Memahami Exposure Untuk Pemula: #2 – Shutter Speed

Shutter pada sebuah kamera berfungsi untuk menghalangi sensor dari ekspos terhadap cahaya. Saat kamu menekan shutter button maka ia akan terbuka dan tertutup. Waktu yang dibutuhkan dari saat membuka sampai menutupnya kembali shutter ini yang disebut shutter speed atau exposure time. Shutter speed yang cepat (fast shutter speed) berarti shutter hanya terbuka sebentar, dan shutter speed yang lambat (long exposure) berarti shutter terbuka lebih lama.

Shutter speed secara umum ditampilkan dalam pembagian ‘sepersekian detik’ untuk fast shutter speed dan ‘detik’ untuk long exposure. Misalnya 1/500 berarti 0,05 detik. Itu adalah shutter speed yang sangat cepat. Tergantung pada jenis kamera, speed tercepat bisa mencapai 1/8000 dan paling lambat sampai 30 detik. Pada dSLR juga tersedia mode “bulb” yang berarti kamu bisa membuka shutter selama yang kamu butuhkan (biasanya untuk pengambilan gambar yang sangat lama seperti foto star trails).

Northern Stars

foto star trails oleh Jeff Fennell yang membutuhkan waktu exposure selama 3 jam

Pada mode auto, tentunya kamera yang memilihkan untukmu kecepatan shutter yang dianggapnya sesuai. Tapi dSLR memberimu kontrol untuk menentukan shutter speed dan bukaan aperture pada mode M, sementara mode S (atau Tv pada Canon) menyerahkan kontrol shutter speed pada fotografer sementara kamera yang akan menentukan besar-kecilnya bukaan aperture. Memilih kecepatan yang sesuai sangat penting untuk mendapatkan foto seperti yang kamu inginkan.¬†Shutter speed yang terlalu cepat bisa membuat foto kamu jadi terlalu gelap. Terlalu lambat, dan foto akan tampak terlalu terang. ISO dan bukaan aperture juga memainkan peran penting (sebagai “trio keseimbangan lighting”). Jika kamu membutuhkan kecepatan 1/1000 untuk “membekukan” suatu gerakan, maka kamu harus menaikkan ISO atau membuka aperture lebih lebar untuk mendapatkan foto yang terekspos secara benar.

Shutter speed adalah elemen yang dianggap penting untuk proses kreatifitas dalam fotografi. Ia bisa dimainkan dan diatur untuk menciptakan foto-foto yang mencengangkan dengan cara yang sebenarnya sederhana. Fotografer yang gemar menggunakan fast shutter speed biasanya adalah yang suka menghentikan satu scene pada momen yang tidak tertangkap mata karena geraknya terlalu cepat tapi setelah dilihat ternyata luar biasa indah. Exposure cepat seperti ini seringkali digunakan untuk bereksperimen. Sementara penyuka slow shutter speed menggunakan long exposure pada kameranya untuk memperoleh “jejak” gerakan suatu objek, biasanya cahaya.

water splash

foto ini saya ambil dengan kecepatan shutter 1/640, pada ISO 3200, dan bukaan aperture f/5

Untitled

contoh foto oleh Rahul Rao yang menggunakan long exposure. shutter speed-nya 30 detik.

Menarik, bukan? Shutter speed menawarkan kemungkinan tanpa batas untuk kreatifitas kamu dalam memotret. Untuk fotografer wildlife, fast shutter speed akan sangat berguna karena gerakan binatang seringkali sangat cepat (biasanya foto-foto burung terbang akan sangat cantik bila diambil menggunakan exposure singkat). Catatan untuk long exposure, tripod atau permukaan yang datar akan sangat penting untuk slow speed karena kamera harus stabil selama pengambilan gambar. Jika tidak, maka gambar akan goyang atau blur.

Nah, sekarang, selamat bereksperimen dengan shutter speedmu :)

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus