Hal Utama Tentang Fotografi Hitam & Putih

Masjid Agung Surabaya

Pada artikel ini, kita akan kembali bicara tentang fotografi dalam hitam dan putih. Saya sudah pernah menulis bagaimana jenis fotografi ini dianggap lebih memiliki nilai seni dibandingkan fotografi berwarna. Juga telah diulas tentang beberapa genre yang cocok menggunakan pemilihan ini. Kamu bisa membacanya di sini.

Pada dasarnya, karakteristik fotografi hitam dan putih jelas berbeda dari yang berwarna. Ada perbedaan yang jelas ada pula yang samar. Sekarang kita akan melihat beberapa karekteristik fotografi hitam dan putih dan apa yang harus diperhatikan saat membuat foto tanpa warna.

Penekanan tonal, brightness, dan kontras

Fotografer biasanya memanipulasi tiga unsur diatas untuk menghasilkan foto yang lebih menonjol untuk menyampaikan ide mereka dengan lebih baik. Biasanya tiga karakteristik ini bisa didorong sampai batas ekstrem dan tetap bisa dinikmati dibandingkan bila dalam warna, dan tetap mampu mempertahankan keutuhan foto.

Penekanan tonal adalah proses pembatasan area paling terang foto sampai ke yang paling gelap dalam sebuah foto dengan memotong baik itu ujung tergelap atau paling terang – melalui editor foto, lalu akhirnya menghasilkan foto dengan informasi tonal yang lebih sedikit. Proses ini biasanya lebih wajar bila dikurangi bagian shadow-nya daripada bagian highlight. Biasanya bisa dilihat pada foto siluet.

Kontras mempengaruhi keseluruhan foto tapi tetap mempertahankan titik akhir shadow dan highlight. Ini biasanya di-edit pada bagian ‘curve’ dengan membentuk huruf S atau S terbalik.

Sensor digital

Meskipun kebanyakan fotografi digital ditampilkan dalam warna, sensor digital sebenarnya merespon pada jumlah cahaya dibandingkan pada porsi spektrum yang terlihat. Sebuah proses pemisahan warna kemudian dilakukan untuk menghasilkan warna-warna yang berbeda. Prose ini secara umum ditangani oleh filter merah, hijau, dan biru (RGB)di bagian depan sensor digital.

Untuk menghasilkan foto hitam dan putih kemudian, warna-warna ini harus di-desaturasi untuk menghasilkan tampilan grayscale dari foto tersebut. Alasan kenapa warna lebih dulu digunakan sebelum kemudian membagi-baginya adalah semata untuk kepentingan saat post-processing nanti, memberikan si fotografer kebebasan lebih banyak menampilkan foto hitam dan putih mereka secara lebih tepat dengan mengatur hue yang berbeda dengan lebih spesifik.

Noise

Ini biasanya disebabkan oleh banyak faktor. Seperti ISO tinggi, waktu exposure yang panjang, dan desain sensor bisa berkontribusi pada hal yang dianggap tidak menyenangkan ini. Salah satu keuntungan fotografi hitam dan putih dibandingkan berwarna adalah bahwa kehadiran noise lebih bisa diterima dan bahkan menambah tampilan artistiknya. Saya seringkali meng-convert foto noisy saya ke hitam dan putih untuk alasan ini.

Jadi jelaslah bahwa foto hitam dan putih tetap bisa di-eksplorasi untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan. Sekalipun secara garis besar hanya ada shadow dan highlight di dalamnya, tapi kemungkinan variasi dan tampilannya tidak terbatas.

Kreativitas dalam melakukan fotografi hitam dan putih dengan benar bisa menghasilkan foto yang indah dan layak untuk dinikmati.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus