Bercerita Lewat Photo Essay

Pernah dengar tentang photo essay? Seorang teman yang baru pulang dari Sumba membuat photo essay tentang Pasola, dan dia membuat esai yang luar biasa. Saya jadi terpikir untuk memperkenalkan tentang genre ini juga pada kamu yang mungkin belum mengenalnya. Biasanya orang “menulis” essay untuk membuat sebuah cerita, tapi seorang fotografer akan “memotret” essay. Demikian, kira-kira.

Salah satu photo essay yang sangat menggugah dibuat oleh Angelo Merendino tentang perjuangan istrinya melawan kanker. Essay ini sudah dilihat begitu banyak orang di seluruh dunia dan membangkitkan simpati dan juga semangat bagi para penderita kanker lainnya. Kamu bisa lihat foto-fotonya lebih lengkap di The Battle We Didn’t Choose.

original

original2

Sebuah photo essay, atau cerita foto, adalah cara yang dilakukan seorang fotografer untuk menunjukkan sebuah cerita lengkap tentang sesuatu yang tidak mungkin dituangkan hanya dalam satu foto. Ini adalah kumpulan foto yang saling berhubungan untuk menceritakan sesuatu. Biasanya ada sekitar 5 sampai 15 foto, meskipun kadang-kadang lebih sedikit dari itupun bisa efektif. Kadang foto-foto ini disertai keterangan tertulis, tapi bisa juga murni hanya foto. Meskipun tidak ada peraturan khusus tentang bagaimana membuat sebuah photo essay, tapi ada beberapa cara umum untuk mengembangkannya.

Urutan Waktu

Ini adalah aliran utama dari sebuah photo essay. Dimulai saat fotografer  menunjukkan urutan foto untuk menjelaskan suatu kejadian. Seringkali rasanya seperti melihat serangkaian gambar yang diambil dari sebuah film. Jenis photo essay ini paling bagus digunakan ketika ada susunan waktu yang jelas. Seperti misalnya proses menetasnya telur, bagaimana kepompong menjadi kupu-kupu, dan sebagainya.

Photo essay yang berdasarkan urutan waktu juga bisa meliput sebuah kejadian yang berlangsung sangat lama. Jarak antara satu foto dengan foto lainnya memerlukan waktu yang panjang. Misalnya tentang kehidupan seseorang atau proses penyelidikan kejahatan, dan semacamnya.

Lokasi

Photo essay jenis ini berusaha merekam rasa yang muncul dari sebuah daerah melalui foto orang-orang dan tempat-tempat yang ada di sana. Tidak harus daerah yang besar, bisa saja tentang sekolah atau taman, tapi bisa juga sampai skala kota atau negara. Photo essay jenis ini seringkali tidak berurutan atau kronologis tapi tidak harus tidak berurutan juga. Essay tentang sebuah daerah seringkali dimulai pada suatu titik lokasi lalu menyebar ke luar, seperti saat kita melakukan tur di sebuah tempat.

Inspirasi

Essay tentang inspirasi seringkali memasukkan banyak foto berbeda tapi semuanya punya tema yang sama. Misalnya tentang harapan, cinta, atau sebuah hobi. Karena essay tentang sebuah inspirasi seringkali terdiri dari banyak objek, maka akan lebih baik untuk memasukkan benang merah ke dalam foto-foto itu, seperti menggunakan sebuah warna atau properti yang sama untuk mengikat mereka. Misalnya, sebuah photo essay tentang kanker payudara bisa menggunakan simbol pita merah muda yang digunakan objek pada semua foto. Atau sebuah essay tentang sebuah bidang pekerjaan bisa diikat menggunakan suatu kesamaan. Misalnya foto pertama menggambarkan seseorang berdiri di depan sebuah restoran. Lalu foto kedua tentang koki. Dari situ foto ketiga mungkin akan berisi pelayan yang menyajikan makanan dan seterusnya.

Acara

Photo essay tentang suatu acara sering dianggap terpisah dari kategori lain karena meliput sebuah kejadian, misalnya pernikahan. Banyak essay tentang sebuah acara diambil dengan urutan waktu tapi ada juga yang lebih mengalir tanpa mengikuti aturan ini. Essay jenis ini harus, setidaknya, menunjukkan bagian utama yang penting tentang acara tersebut. Misalnya, sebuah essay tentang pernikahan tanpa foto mempelai tentu tidak akan sukses.

Seperti karya seni lainnya, sebuah photo essay punya panduan dasar, tapi beberapa karya essay terbaik malah sangat menyimpang dari segala peraturan. Seorang fotografer yang juga esais harus tahu bagaimana menyampaikan cerita yang terpapar di hadapannya kepada orang lain melalui serangkaian foto.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus