Tips Cepat Menguasai Manual Fokus

Beberapa orang tidak begitu suka menggunakan manual fokus karena tidak bisa bergerak refleks dan cepat seperti autofokus yang akhirnya bisa berarti kehilangan momen. Tapi, sebenarnya, manual fokus punya lebih banyak fleksibilitas seperti yang sudah saya tulis di post yang lalu. Lebih banyak yang bisa ditangkap menggunakan manual fokus dibandingkan auto, dan dengan sedikit pengetahuan tambahan dan latihan, kamu akan lebih mantap menggunakan manual fokus.

focus bracket

inilah focus bracket yang akan membantumu saat menggunakan focus manual. kamu bisa menemukannya di viewfinder ketika membidik objek.

  1. Pastikan diopter pada kameramua diatur dengan benar. Diopter adalah roda slider di sebelah viewfinder dengan tanda -/+ untuk mengatur tampilan focus brackets dan data di viewfinder agar tampak jelas untuk matamu – kalau buram, berarti perlu diatur ulang.
  2. Aturlah mode fokus. Kalau kamu menggunakan lensa AF-S, pindahkan mode fokus ke ‘Single Area’. Ini akan memungkinkanmu mengontrol focus bracket saat menggunakan lensa manual.
  3. Gunakan fitur Focus Confirmation. Ini adalah titik hijau di kiri bawah viewfinder yang akan menyala jika fokus yang didapat sudah benar. Jika titiknya berkedip berarti fokusnya sedikit meleset.
  4. Ingatlah untuk memeriksa focus bracket. Fitur Focus Confirmation yang disebutkan diatas hanya akan mengkonfirmasikan fokus pada apapun yang ada di bawah focus bracket yang sudah dipilih. Jadi akan sia-sia saja berusaha mendapatkan fokus ke wajah seseorang dan berharap titik hijaunya terus menyala kalau focus bracketnya mengarah ke sesuatu di belakang objek. Jika kamera diatur ke fokus Single Area atau Dynamic Area, kamu bisa menggunakan tombol arah untuk memilih bracket yang kamu gunakan. Dimanakah titik fokus? Ini adalah titik merah yang berkedip di area focus bracket ketika kamu menekan tombol shutter setengah jalan. Kamu juga bisa memeriksanya di bagian kiri bawah LCD.
  5. Gunakan teknik. Semakin stabil tanganmu, semakin mudah mendapatkan fokus yang benar. Atur gerakanmu – jika kamu bergoyang menjauhi atau mendekati objek, maka fokus akan terus meleset.
  6. Gunakan zoom in untuk memeriksa ketajaman. Setelah mengatur exposure, gunakan live view untuk zoom in dan melihat apakah fokus sudah benar-benar tajam lalu aturlah fokus dari situ.
  7. Memotretlah dengan aperture tinggi. Kebanyakan lensa akan memberikan gambar tertajam pada f/5.6 sampai f/11 (lebih tinggi dari itu bisa menyebabkan blur akibat difraksi).
  8. Coba gunakan tripod. Untuk latihan manual fokus, kamu bisa menggunakan tripod sebagai alat bantu. Ini bisa memudahkanmu untuk melupakan dulu hal lain seperti bagaimana memegang kamera yang benar dan cukup berkonsentrasi mendapatkan fokus dan komposisi yang benar. Tripod juga akan memastikan kamu mendapat gambar yang tajam karena tidak akan ada goyangan kamera.
  9. Gunakan lensa manual fokus yang benar. Cara terbaik mempelajari fokus manual adalah tentu dengan menggunakan lensa yang seluruhnya manual. Lensa semacam ini punya ring fokus yang lebih halus untuk mendapatkan ketajaman tinggi. Kamu mungkin mengenalnya dengan istilah lensa fixed atau prime.
  10. Berlatih, berlatih, berlatih. Seperti juga tentang semua hal yang membutuhkan keahlian, kamu perlu banyak berlatih untuk menjadi terbiasa. Begitu juga dengan menggunakan fokus manual.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus