Belajar Fotografi Infrared : #2 – Pengaturan Kamera

Setelah kamu punya peralatan yang dibutuhkan untuk membuat foto infrared seperti yang dijelaskan pada artikel yang lalu, sekarang saatnya kita melakukan set-up pada kamera untuk memastikan hasil foto yang didapat bisa bagus.

8471601879_c4211c47e9

Apa dan Kapan Saat Yang Tepat Untuk Memotret Dengan IR?

Salah satu genre IR yang paling terkenal adalah fotografi landscape. Karena efek IR, tanaman bisa jadi tampak putih setelah diproses, membuat foto tampak menyeramkan dan seolah menghantui. Contoh objek yang bisa digunakan untuk eksperimen termasuk pohon, bunga, dan rumput. Fotografi IR juga sekarang sudah umum digunakan pada portrait dan wedding. Jadi semuanya terserah pada kamu sebagai fotografer untuk bereksperimen, jangan dibatasi oleh contoh-contoh yang sudah ada.

Kondisi yang ideal untuk fotografi IR adalah di hari yang terang dan cerah karena bisa menghasilkan langit yang biru gelap dan tanaman menjadi putih terang setelah diproses. Tapi ini bukan berarti kamu tidak bisa mendapat hasil yang bagus saat cuaca mendung. Dengan waktu exposure yang lama saat filter IR sudah terpasang, hasilnya bisa mirip dengan filter ND (Neutral Density), memberi kesan gerakan yang kuat pada foto.

1. Mengatur Kamera

Ini adalah langkah penting untuk menghasilkan foto IR yang bagus. Jangan memasang filter IR sampai kamu sudah selesai melakukan semua langkah yang dibutuhkan, termasuk fokus, exposure, dan white balance. Kenapa? Karena filter IR sangat gelap dan kamu tidak akan bisa melihat apa-apa lewat viewfinder jika filter sudah dipasang. Cara lain seperti “tebak-tebakan” juga bisa kamu lakukan, tapi ini akan membutuhkan banyak penyesuaian setiap satu kali jepretan. Jadi kita lakukan pengaturan lebih dulu saja sebelum memasang filter.

Pertama, letakkan kamera di sebuah tripod yang mantap. Kamu juga bisa menggantungkan tas kamera di tripod untuk menambah berat dan meminimalisasi gerakan. Lalu :

Gunakan mode RAW: ini akan memudahkanmu mengganti white balance pada proses post-produksi tanpa masalah. Gunakan RAW tanpa kompresi agar kamu mendapat sebanyak mungkin detil. Ini akan memberimu fleksibilitas yang lebih banyak saat processing nanti. Jangan gunakan JPEG karena akan memunculkan noise dan pergeseran warna saat diproses.

Matikan noise reduction: karena fotografi IR melibatkan exposure yang lama, mematikan noise reduction berarti tidak ada proses pengurangan noise di dalam kamera yang berarti juga tidak ada jeda saat shutter menutup.

Gunakan mirror lockup: gunanya memastikan getaran dari cermin diminimalisasi saat shutter bergerak.

Remote/timer: penggunaan remote tidak esensial, tapi bisa mengurangi getaran karena berarti kamu tidak akan menyentuh kamera saat melepaskan shutter. Pilihan lainnya, kamu bisa menggunakan timer 2 detik kalau tidak ada remote.

2. White Balance

white-Balance-preset-manual-D90Ini juga bagian penting untuk mendapat foto IR yang baik. Kamu bisa menggunakan mode auto. Nanti saat post-processing bisa diganti lagi untuk disesuaikan dengan hasil yang diinginkan.

Menggunakan preset WB juga tidak apa-apa. Incandescent adalah preset paling “dingin” yang tersedia. Kalau kamu memilih custom, ini lebih baik. Karena IR akan membuat tanaman berwarna putih dibawah sinar matahari, ini yang perlu diukur oleh white balance. Pilih menu WB, pilih ‘PRE’, kemudian

  • Tekan OK
  • Pilih ‘Measure’ lalu tekan OK
  • Pilih ‘Yes’ untuk menimpa data yang sudah ada
  • Bidiklah sebuah bidang berwarna putih (bisa selembar tissue atau kertas)
  • Ambillah satu potret, lalu tunggu kamera memberi pesan ‘Data Acquired’

3. Fokus & Stabil

Mendapatkan fokus yang benar adalah bagian yang sulit dari fotografi IR. Paling baik adalah dengan menggunakan aperture yang sempit, sekitar f/20, untuk memastikan depth of field yang dalam dan mengurangi masalah fokus. Trik sederhana ini akan memastikan fotomu tajam, tapi tidak berarti kamu tidak bisa menggunakan aperture yang lebar untuk mendapatkan efek DoF yang dangkal. Tanpa melakukan konversi kamera dan mengkalibrasi lensa, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mendapatkan fokus yang konsisten pada aperture lebar. Tapi jangan ragu untuk bereksperimen.

Pertama, temukan fokus lalu komposisikan objek. Lalu pindahkan ke manual fokus. Kalau lensa yang digunakan bagian depannya punya ring fokus yang bisa diputar, hati-hati jangan sampai tersentuh.

Pastikan semua sistem penstabil gambar sudah dimatikan. VR/IS/OS tidak dibutuhkan karena kamera sudah dipasang di tripod.

4. ISO

Umumnya, paling baik menggunakan ISO rendah untuk mengurangi munculnya noise. Mengingat panjangnya exposure, direkomendasikan menggunakan maksimal ISO 800 untuk exposure sepanjang 10 detik sampai 1 menit, dan maksimal ISO 400 untuk foto diatas 1 menit. Angka yang lebih tinggi dari itu akan menghasilkan noise dan hot pixel pada saat post-processing.

Juga ingatlah bahwa berpindah dari ISO 100 ke 200, misalnya, berarti mengurangi waktu exposure pada IR. Jadi 8 menit exposure pada ISO 100 bisa dikurangi menjadi 4 menit pada ISO 200.

5. Shutter Speed

Pengaturan terakhir adalah pada shutter speed. Awalnya akan menjadi proses percobaan sampai akhirnya bisa menentukan kecepatan yang dibutuhkan. Seringkali kamu akan membutuhkan mode bulb, jadi pastikan untuk membawa stopwatch.

Filter IR sangat gelap dan memaksa shutter speed bergerak lebih lambat, sama seperti filter ND, jadi kamu bisa menghitung jumlah stop yang dibutuhkan untuk mengimbanginya dengan membuat tabel.

Misalnya, jika exposure pada cahaya biasa adalah 1/30 detik, ISO 100, f/11 dan setelah percobaan ternyata hasil terbaik pada IR kecepatannya harus turun ke 1 detik, maka kamu tahu bahwa filter IR-mu setara dengan pengurangan 5 stop dari cahaya normal.

6. Memotret!

Akhirnya kamu bisa memasang filter IR ke lensa. Berhati-hatilah untuk tidak merubah setting pada kamera atau secara tidak sengaja menggerakkan ring fokus. Kamu sudah siap untuk memotret. Tekan tombolnya dan tunggu hasilnya.

Infrared Bern - Original

contoh foto infrared sebelum diproses. seluruh warnanya cenderung merah. foto diatas diambil dengan pengaturan exposure: 5 detik, ISO 100, f/1.8 dengan auto WB dan auto fokus.

Semua hasil foto IR akan berwarna merah, seperti contoh diatas. Pada artikel berikutnya, kita akan lihat bagaimana cara memproses foto IR sampai ia bisa memunculkan biru, abu-abu, putih seperti pada foto-foto yang kamu lihat.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus