Tips Mudah Fotografi Long Exposure

Pada post yang lalu, saya menulis tentang quick exposure, pengaturan kamera yang dibutuhkan, dan beberapa contoh penggunaannya. Dua hal paling jelas yang bisa didapat dari quick exposure adalah hasil foto yang tajam dan gerakan yang bisa dihentikan. Pada post kali ini, saya akan mencoba membahas kebalikan dari quick exposure; yaitu long exposure. Teknik ini memiliki penerapan yang lebih banyak, terutama pada kondisi cahaya redup. Mari kita lihat beberapa jenis foto yang bisa didapat dengan memanfaatkan teknik long exposure:

Memotret Bianglala

ontanganting

Untuk memotret bianglala, kincir raksasa, atau permainan lain di taman ria, mendekatlah pada objek dan gunakan lensa wide angle untuk mendapatkan sebanyak mungkin detil. Letakkan kamera di sebuah tripod lalu atur frame. Karena kita ingin seluruh element tertangkap tajam, pilihlah bukaan aperture kecil antara f/11-f/32. Aturlah kamera ke mode Manual atau Shutter Priority (AV/S) dan pilihlah kecepatan shutter sesuai dengan kecepatan putar kincir, dan tentunya sesuaikan juga dengan gaya yang kamu inginkan (antara 1-30 detik). Kamu sebaiknya menggunakan timer atau remote untuk mencegah goyangnya kamera. Foto yang tertangkap akan penuh dengan garis cahaya dengan latar belakang langit gelap, tapi bagian tengah kincir akan tetap tajam.

Membuat Jejak Bintang

Star Trails

Star Trails – shiftline

Long exposure pada malam yang berbintang akan menghasilkan jejak cahaya yang cantik yang diciptakan oleh bintang dan perputaran bumi. Cara terbaik untuk membuat frame pada foto semacam ini adalah dengan memasukkan elemen semacam pohon di bagian depan. Letakkan kamera di sebuah tripod dan gunakan fokus infinity. Kamu akan membutuhkan remote, sekali lagi, untuk mencegah goyangan kamera. Atur shutter speed ke mode “bulb” (B) dan aperture di angka f/4 untuk hasil yang optimal. Jaga ISO tetap di angka 100 untuk mencegah munculnya noise. Tekan remote satu kali untuk membuka shutter, lalu setelah beberapa waktu yang diinginkan (15 menit sampai beberapa jam) tekan lagi tombol remote untuk menutup shutter.

Jejak Cahaya Yang Mengagumkan

Light Trails

Light Trails – David Nguyen

Lampu-lampu dari kendaraan yang berlalu-lalang bisa menghasilkan efek yang indah dan adalah cara yang bagus untuk terbiasa menggunakan long exposure. Pilihlah jalanan yang sibuk pada malam hari. Gunakan tripod yang solid dan tempatkan kamera agar mendapat keseluruhan pandangan dari area disitu. Gunakan aperture kecil sekitar f/16 atau lebih kecil lagi untuk mendapatkan depth of field yang dalam dan fokus yang merata. Semakin lama exposurenya, semakin banyak garis cahaya yang akan muncul dan semakin panjang jejaknya.

Air Mengalir Yang Seperti Kabut

Cerebral Vortex

Untuk menangkap tampilan dramatis dari air yang mengalir, apakah itu di laut atau sungai, ikuti peraturan dasar fotografi malam hari – letakkan kamera di tripod, gunakan lensa wide angle dengan bukaan aperture terkecil, dan gunakan fokus infinity. Pindahkan mode kamera ke Manual atau Bulb, lalu gunakan shutter speed pelan (5-30 detik). Semakin lama exposurenya, semakin berkabut tampilan airnya. Gunakan self-timer atau remote untuk mengambil foto tanpa blur. Jangan gunakan flash, karena akan merusak efek pada foto.

Menentukan Exposure

Exposure pada foto yang diambil malam hari sangat bervariasi tergantung pada beberapa faktor. Jika ada banyak ambient light maka shutter speed akan lebih singkat. Jika kamu memotret di suatu tempat yang sangat gelap, maka shutter speed harus lebih lama. Untuk menangkap efek jejak cahaya kamu perlu shutter speed setidaknya 1/15 detik, yang artinya kamu harus menggunakan tripod. Semakin banyak kamu berlatih, semakin peka pula matamu pada exposure yang dibutuhkan untuk mendapatkan efek yang kamu inginkan.

Setting Yang Direkomendasikan

Hal utama yang harus diingat saat menentukan exposure yang benar adalah bagaimana menangkap bagian gelap dan terang. Kalau kamu berhasil menangkap bayangan yang tepat, kamu akan bisa menghasilkan foto malam hari yang bagus. Saat menggunakan long exposure, kuncinya adalah menjaga shutter terbuka hanya selama efek yang dibutuhkan. Kalau kamu membuka shutter terlalu lama, kamu akan kehilangan detil dalam cahaya apapun yang menerangi objek. Saat membuat jejak cahaya, shutter harus terbuka setidaknya satu detik, dan karenanya tripod wajib digunakan. Gunakan mode Shutter Priority dan mulailah dengan shutter speed sepanjang 1 detik lalu lihat seperti apa hasilnya; jika jejaknya terlalu pendek, tambahkan 2 detik, dan terus tambahkan 2 detik sampai kamu mendapat efek cahaya yang diinginkan. Kalau kamu mendapat blur, berarti shutter terbuka terlalu lama, dan kamu harus menurunkan kecepatannya satu detik penuh.

Peralatan Yang Direkomendasikan

Sebagai tambahan untuk kamera digital, kamu perlu tripod yang mantap untuk memotret di malam hari. Ini untuk memastikan kameramu stabil untuk mencegah munculnya blur pada foto. Untuk berlatih membuat foto malam hari, kameramu harus punya pilihan untuk diatur secara manual pada bagian shutter speed dan aperture.

Kesimpulan

Membuat foto dengan long exposure di malam hari bisa disempurnakan dengan latihan dan dengan belajar mengenali kondisi cahaya dan bagaimana menyesuaikan kamera untuk menguasai kondisi itu. Tergantung pada apa yang kamu buat, shutter speed bisa antara 1/60 detik sampai beberapa menit. Apa yang membuat foto dengan long exposure istimewa adalah bahwa setiap fotonya unik, karena jejak cahaya bergerak dengan cara yang tidak biasa, dan dengan berlatih kamu pasti bisa mendapatkan koleksi foto yang hanya satu-satunya dan menjadi “hadiah” karena kamu sudah mau mempelajari teknik ini.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus