Tentang High Key dan Low Key Pada Fotografi

high lowSetelah mengulas tentang kontras pada artikel yang lalu, sekarang kita akan melihat dua teknik pencahayaan yang berhubungan dengan kontras, high key dan low key. Keduanya menggunakan kontras secara intensif, tapi dengan cara yang sangat berbeda. Saat membuat portrait yang dramatis, keputusan untuk menjadikannya high key, low key, atau “biasa” akan mempengaruhi mood yang dihasilkan. Foto-foto high key menyampaikan keceriaan sementara low key lebih damatis dan menimbulkan banyak atmosfer dan ketegangan.

Saat melihat sebuah foto high key, kamu akan melihat dua hal yang pasti di dalamnya – selain mood ceria. Pertama, fotonya terang. Benar, untuk menciptakan sebuah foto high key, kamu perlu mengatur EV (Exposure Value atau Exposure Compensation) ke angka tinggi. Hal berikutnya yang pasti pada foto high key adalah kurangnya kontras. Selain warnanya terang, kamu juga akan melihat bahwa kecerahannya merata di seluruh foto. Hal ini bisa dihasilkan dengan secara hati-hati mengatur pencahayaan (atau editing pada post-process.) Hal ketiga yang perlu diperhatikan adalah kurangnya bagian gelap. Bayangan yang dimunculkan oleh objek dihilangkan oleh pencahayaan di lokasi.

High Key Portrait

High Key Portrait – Puscasiu Cristian

Berlawanan dengan high key adalah foto low key. Pada foto jenis ini warnanya lebih gelap, dan tone yang dominan biasanya hitam. Akan ada banyak bagian gelap dalam foto low key. Garis-garis kontur umumnya mendapat porsi lebih pada foto jenis ini dan ditonjolkan dengan highlight. Foto-foto low key juga bisa dikenali dengan banyaknya kontras yang ditampilkan. Yang paling jelas adalah rim light, yaitu cahaya yang mengelilingi objek dan menerangi hanya lekukan pada tepi objek. Sehingga kontrasnya muncul antara bentuk yang gelap dengan kontur yang terang.

Low-Key

Low Key Portrait – final.dawn

Setelah melihat dua contoh yang berlawanan diatas, kamu pasti bisa menyimpulkan bahwa foto high key sangat kaya dengan warna putih tapi sedikit sekali menampakkan detil. Sementara foto low key hampir seluruhnya hitam dan menonjolkan detil lekuk yang lebih banyak dari subjek. Kebanyakan dua teknik pencahayaan ini digunakan pada portrait hitam dan putih, tapi banyak juga still life yang memanfaatkan mood dari keduanya. High key biasanya cocok untuk foto-foto yang feminin, lembut, ceria, segar. Dan low key akan memberi kesan keras, dalam, murung, kuat, tegas, dan semacamnya.

Luar biasa, ya. Hanya dengan menambah dan mengurangi cahaya, melebihkan hitam atau putih dalam satu setting sederhana, mood yang didapat bisa sangat berbeda. Kalau kamu terinspirasi, ayo coba sekarang.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus