Empat Fakta Tentang ISO Tinggi

Noisy-marble-texture-1

Banyak perbincangan sekarang ini tentang ISO tinggi. Produsen kamera tampaknya ingin fokus membuat foto yang lebih bersih, lebih baik, dengan lebih sedikit noise bahkan ketika ISO tinggi digunakan. Berikut empat fakta tentang ISO tinggi yang bisa menjadikanmu fotografer yang lebih baik – terutama saat menggunakan cahaya redup.

1. ISO tinggi bisa menampilkan noise minimal.
Di jaman analog dulu, memang benar bahwa menggunakan iso tinggi dan memaksa proses film seringkali menghasilkan banyak noise sehingga sulit untuk melihat detil di dalam film negatif. Tapi dengan teknologi pengurangan noise pada kamera digital dan program RAW converter saat ini, ISO tinggi bisa menghasilkan foto yang jauh berbeda dari ISO tinggi pada film. Bukan hanya itu, ISO tinggi pada digital saat ini menunjukkan sangat sedikit noise sehingga banyak fotografer yang menggunakannya dengan cara yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya – seperti, exposure singkat untuk memotret pada malam hari untuk me-render langit berbintang tanpa blur, atau memotret di ruangan gelap tanpa perlu menggunakan fill flash. Fotografer modern tahu mereka bisa mengeluarkan detil dari bayangan, dan itu berkat rasio signal-to-noise yang telah ditingkatkan sehingga ISO tinggi bisa jadi sangat menarik.

2. ISO digital tidak kontras seperti pada film.
Saat menggunakan film berkecepatan tinggi, seorang fotografer seringkali memaksakan exposure dengan membuat foto underexpose di kamera dan menaikkannya saat dicetak. Meskipun proses ini memang berhasil, tapi juga menghasilkan masalah pada kualitas foto – baik itu grain, seperti yang disebutkan di atas, juga banyak sekali kontras sehingga foto lebih menyerupai seni abstrak. Bayangkan sebuah foto yang noisy dengan sedikit sekali detil dalam bayangan dan bagian terang – dan tidak ada yang bisa dimunculkan dari negatif filmnya. Masalah ini tidak akan terjadi sekarang jika kamu menggunakan file RAW. Jenis file ini terutama mampu mengambil detil dari bayangan yang sangat gelap, dan satu-satunya proses yang mampu menghilangkan detil yang hilang akibat underexposure. Kalau kamu bisa menaikkan kecerahan pada foto semacam ini, maka tidak akan ada kontras yang muncul.

3. Kinerja ISO tinggi tetap penting meskipun pada ISO rendah.
Kamu terbiasa memotret hanya dengan ISO 400 atau lebih rendah, jadi kenapa harus perduli pada teknologi ISO tinggi yang semakin membaik? Karena kualitas noise-rendah/detil-tinggi ini berlaku untuk seluruh sensitivitas ISO. Kalau kamu suka kualitas foto, berarti kamu juga suka melihat peningkatan kemampuan ISO, karena jika ISO tinggi saja bisa menghasilkan foto yang bagus, bayangkan efeknya pada ISO rendah.

4. Kadang-kadang lebih baik untuk menggunakan ISO tinggi bahkan saat tidak diperlukan.
Secara umum, ini pasti terdengar seperti saran yang buruk. Tapi katakanlah cahaya sangat rendah di tempatmu memotret, dan kamu butuh shutter speed cepat sekitar 1/125 detik untuk mencegah munculnya motion blur, tapi tidak mau menggunakan flash. Lensa hanya terbuka sampai f/4 dan itu sudah maksimal, lalu kamu menggunakan ISO 400. Tetap saja, kamu tidak akan mendapat exposure yang benar. Satu cara untuk memastikan exposure yang lebih baik adalah menaikkan ISO hingga ke 800. Mengapa? Karena kalau kamu menggunakan file RAW, berarti kamu punya keuntungan tambahan untuk bisa menarik lebih banyak detil keluar dari bayangan dari file yang sedikit overexposed. Hal ini bisa menghasilkan sebuah foto dengan kejernihan mulai dari bagian gelap sampai terang. Selama bagian-bagian terangnya tidak ‘meledak’, sebuah file RAW yang overexposed sebenarnya akan menghasilkan foto berkualitas tinggi setelah diproses dibandingkan file RAW yang tingkat exposure-nya ‘benar’.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus