Mengenal Berbagai Macam Memory Card

Kalau kamu pengguna kamera digital atau smartphone, pasti sudah kenal memory card. Pada artikel sebelumnya saya sudah mengulas tentang beberapa tips merawat kartu pintar ini agar awet dan selalu siap digunakan. Tapi, tahukah kamu bahwa ada banyak sekali jenis memory card di pasaran, dan kalau kamu belum tahu; kamu bisa mengganti kartu yang sekarang kamu pakai dengan yang lebih cepat dan berdaya tampung lebih besar.

Jenis-Jenis Memory Card:

cardcompile

1. SD (Secure Digital)
SD card, sejauh ini, adalah tipe memory card yang paling umum. Ia kompatibel dengan sebagian besar kamera digital.

2. SDHC (Secure Digital High Capacity)
Ini adalah memory card SD juga tapi dengan daya tampung lebih besar. SD card biasa hanya mampu menampung data sampai 2GB, maka SDHC dibuat dengan kapasitas maksimum hingga 32GB. Dua kartu ini bentuk dan ukurannya sama, tapi adalah jenis media yang berbeda. Meskipun slot pada kameramu cocok untuk kartu SDHC, berhati-hatilah karena jika model kameranya dibuat sebelum SDHC diciptakan, maka mungkin ia tidak bisa mengenali kartunya.

3. SDXC (Secure Digital Xtra Capacity)
Ini masih termasuk SD card tapi dengan kapasitas yang jauh lebih besar dan kecepatan tinggi dalam memproses data. Kartu jenis ini memiliki ukuran maksimal 2TB (Terabytes). Serupa dengan SDHC, kartu SDXC bisa dimasukkan ke slot SD biasa – tapi kamera mungkin tidak bisa mengenali teknologi baru ini, jadi lebih baik periksa lebih dulu. Komputer juga harus bisa membaca jenis file exFAT agar bisa kompatibel dengan SDXC. Saat ini sistem operasi Linux, Windows 7, Mac OSX (Snow Leopard) dan beberapa versi terbaru Microsoft Windows kompatibel dengan kartu ini.

4. CF (Compact Flash)
Kart CF menawarkan kapasitas penyimpanan yang sangat besar dan waktu proses yang tinggi. Kartu jenis ini pertama kali diperkenalkan oleh Sandisk pada tahun 1994 dan setelah itu mulai digunakan secara luas, tapi saat ini kartu CF biasanya hanya digunakan pada kamera dSLR paling canggih. Tahun 2010 Canon memilih CompactFlash sebagai media perekam untuk digunakan pada jajaran kamera video profesional mereka dengan high definition (HD).

5. xD Picture
Nama kartu ini adalah kependekan dari eXtreme Digitalyang menggunakan format Fujifilm dan digunakan pada beberapa kamera Fuji dan Olympus (model lama), meskipun dua merk ini sekarang juga kompatibel dengan teknologi SD/SDHC yang lebih standar.

6. Memory Stick Duo
Pertama kali diluncurkan, dan sampai sekarang masih digunakan, oleh kamera digital Sony. Kebanyakan kamera Sony juga sekarang kompatibel dengan kartu jenis SD. Kalau kamu pernah menggunakan ponsel SonyEricsson seri k750i, kamu pasti tahu memory card jenis ini. Ukurannya lebih besar dari SD.

7. Multi Media Card (MMC)
Penampilan fisiknya sama dengan kartu SD, tapi tanpa kunci. Biasanya digunakan sebagai alternatif untuk SD yang akan cocok dengan kebanyakan kamera yang kompatibel meskipun kecepatan transfernya lebih rendah.

Memory Card Reader:

card reader

Kamu akan membutuhkan sebuah memory card reader (seperti yang disarankan pada tips merawat memory card) untuk memindahkan foto ke komputer tanpa menyambungkan kamera. Kamu bisa menggunakan card reader yang berbeda untuk tiap jenis kartu diatas, tapi ada juga satu card reader yang bisa membaca semua jenis kartu sehingga lebih efisien untuk dibawa-bawa. Komputer jenis baru biasanya sudah punya built-in card reader.

Apa Yang Harus Diperhatikan:

Untuk Fotografer Pemula:
Kalau kamu baru saja mulai belajar fotografi atau mengerjakan kegiatan ini hanya sebagai hobi, maka fitur yang paling penting untuk diperhatikan saat membeli memory card adalah kapasitasnya. Kebanyakan produsen memory card menerbitkan tabel di website mereka untuk menunjukkan berapa banyak foto yang bisa disimpan pada kartu tertentu. Jenis file yang berbeda, kompresi dan resolusi, semuanya mempengaruhi ukuran tiap file, sehingga jumlah foto yang bisa disimpan dalam satu kartu bisa bervariasi. Kapasitas 1 sampai 8GB sudah cukup untuk fotografer pemula yang menggunakan kamera saku dan harganya terjangkau.

Untuk Profesional dan Semi-Profesional:
Ketika fotografi sudah lebih serius, para penggemar dan profesional fotografi perlu kartu yang cepat karena kebanyakan kamera dSLR bisa menghasilkan file RAW, mengambil video HD, atau menangkap multiple shots dalam mode burst maka dtreaming data melalui buffer kamera harus diseimbangkan oleh kartu yang bisa menandingi spesifikasinya untuk menerima semua jenis informasi. Seorang profesional juga harus memperhatikan seberapa handalnya memory card yang digunakan karena kehilangan foto pada tingkat ini samasekali bukan pilihan. Ini bisa dilakukan dengan Mean Time Before Failure (MTBF). SanDisk mengklaim 1 juta jam MTBF untuk memory card buatan mereka, yang artinya sebuah kartu buatan SanDisk mampu bekerja dengan baik selama hampir 115 tahun sebelum akhirnya mengalami kerusakan.

Kecepatan:

Kecepatan sebuah memory card penting karena dua alasan – kemampuan membaca (reading) dan merekam (writing).

Kecepatan membaca sebuah memory card menunjukkan seberapa cepat data bisa diambil dari kartu tersebut. Hal ini bisa dilihat saat memindahkan isi kartu ke komputer atau printer. Sebuah kartu yang kemampuan membacanya cepat akan mentransfer foto ke komputer lebih kencang (tapi ini juga tergantung pada bagaimana SD cardnya tersambung ke komputer, karena sambungan langsung, melalui USB 2, atau melalui FireWire 800 atau USB 3 akan memberikan perbedaan yang siginifikan seperti juga kecepatan hard disk pada komputer).

Kecepatan merekam sebuah memory card menunjukkan seberapa cepat foto bisa disimpan dalam kartu tersebut, yang adalah penting jika digunakan untuk memotret menggunakan burst mode, merekam video HD atau saat menggunakan kamera dengan resolusi tinggi yang biasanya menyimpan file berukuran besar. Karena itu, kalau kamu memotret kegiatan olahraga, terutama dengan burst mode yang lama, kamu akan memerlukan kartu dengan kecepatan rekam tinggi.

cardexterior

Dua jenis kecepatan kartu:
Kamu akan menemukan indikasi kecepatan membaca atau merekam sebuah memory card dari simbol yang tertulis pada kartu. Sebuah kartu seringkali memiliki faktor perkalian tertulis di luarnya yang menjelaskan kecepatan membaca kartu tersebut (seperti 133x, 200x, 300x, dsb). Ini disebut ‘rating komersial x’ dengan 1x sama dengan kecepatan CD-ROM biasa yaitu 150kb/detik. Ini memudahkan penghitungan dengan mengalikan atau membagi dengan 150. Jadi, kecepatan 200x sama dengan 1 detik untuk membaca file berukuran 29,5MB.

Sistem yang lebih baru disebut ‘class rating’. Asosiasi SD menciptakan test kecepatan class rating yang tujuan utamanya menemukan kecepatan transfer data minimum dari sebuah kartu SD/SDHC/SDXC. Sebuah kartu Class 2 bisa merekam data secepat 2MB/detik, Class 4 sampai 4MB/detik, Class 8 sampai 8MB/detik, dan selanjutnya. Tapi, ini adalah kecepatan minimum dan bukan kecepatan sebenarnya.

Jenis memory card apa yang tercepat saat ini?

Jawaban untuk pertanyaan ini selalu berubah karena beberapa produsen selalu mengklaim mereka punya yang tercepat, tapi kartu CF jenis UDMA (Ultra Direct Memory Access) seharusnya adalah yang paling cepat saat ini.

Kartu CompactFlash tercepat di pasaran memiliki rata-rata kecepatan 90MB/detik (600x), sementara kartu SDHC saat ini sekitar 20-30MB/detik (133-200x). Tapi kartu SD UHS-I Class 10 super cepat memiliki potensi kecepatan merekam 80MB/detik.

Tapi sebelum kamu memutuskan untuk membeli kartu yang sangat cepat, periksa apakah kameramu bisa menangani kartu cepat ini? Mungkin tidak. Kecepatan turbo semacam Class 10 biasanya ditujukan untuk kamera video yang menghasilkan film yang membutuhkan kecepatan merekam sebanyak mungkin data setiap detik. Kamu harus memastikan kameramu bisa mengimbangi kecepatan yang diantarkan oleh kartu yang digunakan, karena jika tidak kartunya akan sia-sia dan uang terbuang percuma. Bacalah buku panduan kameramu atau carilah di website resmi kamera yang kamu gunakan untuk mengetahui kartu tercepat apa yang bisa digunakan.

Meningkatkan kecepatan:

Memformat kartu secara berkala adalah cara untuk membantu meningkatkan kecepatan rekam sebuah memory card. Pada kebanyakan kamera digital, kamu bisa memformat kartu langsung didalam kamera. Ini akan menghapus semua data pada kartu, mengosongkan ruang penyimpanan dan menghilangkan masalah-masalah kecil yang mungkin berkembang dalam kartu. Tapi pastikan data-data dalam kartu sudah dipindahkan sebelum memformatnya.

Kamu juga bisa menambah kecepatan transfer dengan menyambungkan kartu ke komputer melalui USB 2 atau FireWire.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus