5 Tips & Teknik Fotografi Siluet

341

Fotografi siluet berarti memotret objek di depan latar belakang yang terang. Objek ditempatkan sedemikian rupa sehingga bentuknya hanya berupa bayangan gelap. Umumnya siluet dipotret di depan matahari atau sumber cahaya lainnya, tapi ada juga yang diambil di dalam air. Objeknya dibiarkan hitam dan dimunculkan hanya lewat outlinenya saja. Fotografi siluet adalah teknik yang luar biasa untuk menggambarkan misteri atau emosi lewat cara yang sederhana namun efektif.

Satu hal tentang fotografi jenis ini adalah bahwa sebuah siluet tidak menampakkan foto dengan banyak detil tapi menyerahkan sebagian dari fotonya untuk imajinasi orang yang melihat. Banyak fotografer pemula yang ingintahu bagaimana caranya membuat siluet yang bagus. Berikut beberapa teknik yang bisa membantu untuk mendapatkan sentuhan ajaib dalam menangkap bayangan.

Mengatur Objek

Hal pertama dan paling dasar yang harus diingat adalah -tentu- menempatkan objek di depan cahaya yang terang. Siluet yang bagus bisa dihasilkan saat hanya ada satu sumber cahaya dibelakang objek. Cahaya terang ini harus tertutupi oleh objek untuk menjaga rasio exposure. Pilihlah objek yang bentuknya jelas dan tajam bila diletakkan di depan cahaya. Jika objeknya manusia, kamu bisa coba menonjolkan bentuk wajahnya (hidung, bibir, bulu mata, tangan). Kamu juga bisa coba memisahkan outline detil dari objek daripada membuatnya lurus datar. Dengan begitu foto siluetmu akan lebih menarik.

Pencahayaan Pada Fotografi Siluet

Tentang pencahayaan, kamu harus memastikan bahwa built-in flash pada kameramu dimatikan. Coba perbaiki pencahayaan pada background daripada objek, karena objek memang harus dibuat gelap tanpa merusak latar belakangnya. Jika ada terlalu banyak cahaya, maka ia akan menerangi objek dan membuat detilnya terlihat, bukan bayangan. Sebaliknya, jika tidak ada cukup cahaya, maka latar belakang akan tampak abu-abu dan merusak siluet. Cara terbaik untuk mengatur pencahayaan semacam ini adalah memastikan backgroundnya lebih terang daripada objek.

Karena sebuah siluet yang total adalah foto yang tajam dan kuat, kamu juga bisa mempertimbangkan siluet parsial dimana ada sedikit detil dari objek yang tersentuh cahaya. Ini akan membuat siluetnya tampak lebih tiga dimensi dan nyata.

062

Kuncilah Exposure

Saat kamu sudah menetapkan objek pada posisi yang pas serta mengatur pencahayaan, langkah selanjutnya adalah mengatur frame dan mengunci exposure berdasarkan background, bukan objek. Kamu bisa melakukan ini dengan mengarahkan metering kamera ke bagian terang pada foto dan mengambil pembacaan exposure dengan menekan tombol shutter setengah jalan (dan jangan dilepas). Dengan melakukan trik ini, kameramu akan berpikir bahwa bagian yang lebih terang pada foto terletak pada bagian mid tone. Kemudian bagian yang lebih gelap akan terekspos sebagai bayangan. Sementara itu, tetaplah ingat bahwa pengukuran shutter harus diambil jauh dari cahaya terang matahari atau sumber cahaya lainnya untuk mendapatkan exposure yang tepat.
Cara ini akan membuat objek under-exposed dan gelap bahkan benar-benar hitam. Beberapa kamera digital punya mode metering ‘spot’ atau ‘centered’ yang bisa kamu gunakan untuk membantu mendapatkan exposure dasar untuk seluruh siluet. Juga pastikan tidak ada sumber cahaya antara kamera dengan objek.

Tajamkan Fokus Pada Objek

Fokuslah pada objek dan bukan background. Ini akan memastikan objek tampil lebih tajam, tidak buram, dan memberikan perspektif bagi siluetnya. Mendekatlah pada objek agar kamu bisa menempatkan cahaya yang paling kuat di belakang objek dan kamu bisa mengganti sudut pengambilan foto untuk mendapatkan variasi. Jika kamu dan objek sama-sama tidak bisa bergerak, maka cobalah zoom.

Tips Terakhir

Kebanyakan fotografer menggunakan waktu sekitar matahari terbenam karena saat itu matahari membuat langit tampak lebih terang dibandingkan keadaan sekitarnya dan bisa menghasilkan kontras yang lebih baik. Beberapa fotografer menggunakan aperture sempit (angka f/stop tinggi) untuk bisa menangkap seluruh pemandangan dalam fokus. Gunakan mode Aperture Priority supaya kamu bisa mengontrol bukaan aperture dan menyerahkan kecepatan shutter speed pada kamera. Direkomendasikan juga untuk menggunakan lens hood agar lens flare tidak masuk dalam frame.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus