Shomei Tomatsu Dan Kenangan Hiroshima-Nagasaki Dalam Foto

Jepang terkenal dengan atmosfer fotografinya yang kuat. Baik sebagai produsen kamera-kamera terbaik di dunia, ibu dari fotografer-fotografer hebat, dan inspirasi untuk diabadikan dalam foto. Desember tahun lalu, salah seorang fotografer legendaris Jepang, Shomei Tomatsu, meninggal dunia pada usia 82 tahun. Salah satu buku kumpulan fotonya yang terkenal adalah Hiroshima-Nagasaki Document 1961.

Lahir dengan nama Teruaki Tomatsu di Nagoya pada 16 Januari 1930, Shomei adalah pelajar ilmu ekonomi di Universitas Aichi dan lulus pada tahun 1954. Saat ia masih menjadi mahasiswa itulah, foto-fotonya pertama kali dipublikasikan oleh sebuah majalah fotografi besar di Jepang. Ketika Amerika mulai menginvasi Jepang, pada 1958 ia mulai memotret tentara-tentara Amerika yang ditempatkan di seluruh Jepang untuk kemudian diterbitkan dalam buku foto The Pencil of the Sun (Taiyo no Enpitsu) yang juga meraih penghargaan. Pada 1959 ia membentuk Vivo, sebuah koperasi fotografi yang berbasis di Ginza – Tokyo, bersama Eikoh Hosoe dan Ikko Narahara. Dua tahun kemudian buku foto-nya tentang efek bom atom Hiroshima-Nagasaki diluncurkan.

Shomei Tomatsu, Prostitute, Nagoya, 1958

Prostitute, Nagoya, 1958
salah satu foto yang diabadikan Shomei Tomatsu

Pada tahun 1972, ia pindah ke Okinawa untuk kemudian menerbitkan buku fotonya tentang Okinawa. Ia kembali berpindah tempat tinggal ke Nagasaki pada 1998. Dari sini kemudian dia mulai melakukan banyak pameran untuk karya-karya fotografinya baik di Jepang maupun secara internasional. Yang paling panjang adalah Shomei Tomatsu : Skin of the Nation, eksibisi yang berpindah ke lima tempat (New York, Ottawa, Washington, San Francisco, dan Swiss) sepanjang tahun 2004-2006.

Foto-foto Shomei Tomatsu adalah hasil karya yang punya pengaruh besar, kuat, dan dramatis dengan sentuhan grainy dan impresionis yang memisahkannya dari seni fotografi Jepang sebelumnya yang cenderung kalem dan formal. Salah satu fotonya yang paling terkenal, ‘Melted Bottle, Nagasaki, 1961’ menangkap gambar sebuah botol yang bentuknya berubah mengerikan akibat efek bom atom dan sekilas tampak seperti potongan daging. Foto-foto yang diabadikan Tomatsu tidak melibatkan komposisi yang rumit, menggunakan tonal monochrome, tapi sangat emosional dan kuat. Ia tahu dengan pasti apa yang harus disampaikannya kepada orang banyak dan kapan, sehingga hasil karyanya lebih dari sekedar foto tapi juga penggerak. Saat melihat foto-fotonya, kita akan melihat jauh lebih ke dalam. Membuat kita berpikir, merasa, dan akhirnya merinding. Beberapa orang mencatatnya sebagai persilangan antara reportase dan dokumentasi, karena apa yang dia tangkap adalah momen-momen tak terulang yang apa adanya dan seringkali surealis.

Galeri fotonya bisa dilihat di michaelhoppengallery.com

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus