Tips Memotret Saat Travelling

Akhir pekan yang panjang, liburan sekolah, atau mencuri waktu refreshing di tengah-tengah waktu bekerja untuk melakukan perjalanan pastilah menyenangkan. Tapi, tentunya, berlibur tidak lengkap tanpa mengabadikan momen lewat foto. Membuat foto perjalanan kelihatannya sederhana. Apa yang sulit dari berjalan-jalan ke suatu tempat yang indah sambil membawa kamera dan beberapa memory card lalu memotret foto-foto yang bagus? Tapi, saat kamu sudah sampai di lokasi, kamu akan tahu bahwa membuat foto perjalanan yang bagus tidak semudah kelihatannya.

Membuat Foto Perjalanan Yang Lebih Baik

Jika kamu mengikuti beberapa peraturan sederhana ini, foto-foto perjalananmu akan berubah secara dramatis. Pendekatan terbaik adalah meluangkan waktu khusus untuk memotret, terutama jika kamu melakukan perjalanan bersama teman-teman atau pasangan yang tidak memiliki hobi yang sama. Berjalan-jalanlah sendiri dan nikmati pemandangan, suara, dan aroma dari tempat liburanmu.

Sedikit riset akan membantumu memanfaatkan kesempatan memotret dengan lebih maksimal, dan internet adalah tempat yang tepat untuk memulai. Carilah fotografer yang sudah pernah mendatangi tempat yang akan kamu kunjungi. Hasil karyanya bisa menjadi inspirasi buatmu sekaligus menjadi panduan menuju tempat-tempat terbaik untuk memotret.

Juga penting untuk tahu peraturan dan budaya setempat. Misalnya, cari tahu dimana kamu boleh memotret dan dimana yang dilarang. Tentang kebudayaan, ada beberapa tempat dimana orang-orangnya tidak suka difoto (misalnya suku Baduy). Mengenal apa yang bisa diharapkan akan membantumu bergerak bersama penduduk setempat.

Juga berhati-hatilah dengan keselamatan pribadimu, terutama jika membawa peralatan memotret, karena beberapa tempat tidak seaman tempat lainnya. Sekali lagi, melakukan riset sebelumnya akan sangat berguna.

Bali, Traditional Legon dance

Legong Dance – Alex

Gunakan Warna Terang

Manfaatkan warna untuk menciptakan komposisi yang tajam dan dramatis. Kuncinya, buatlah sesuatu yang sederhana. Mendekatlah pada objek dan fokus pada hanya satu atau dua warna. Sebuah foto yang didominasi satu warna primer seperti merah atau biru bisa jadi sangat kuat. Jangan gunakan warna primer untuk komposisi, warna yang lebih lembut seperti merah muda dan hijau juga bisa jadi tajam.

Warna bisa membangkitkan emosi yang kuat. Merah adalah warna yang hangat dan dominan. Ia adalah warna panas dan matahari yang kuat. Ia juga bisa mengisyaratkan bahaya atau amarah seperti merah pada darah. Merah adalah warna yang kuat dan juga sangat sensitif untuk ditangkap mata manusia.

Biru, sebaliknya, adalah warna yang dingin dan menenangkan. Bayangkan teduhnya langit tropis diatas perairan tropis. Atau birunya gunung es dan langit malam.

Hijau bisa menyegarkan dan membangkitkan; seperti musim semi atau hutan hujan yang lebat. Ia adalah warna alam, pertumbuhan, dan kesuburan.

Belilah polarizing filter untuk memotret warna-warna dengan lebih indah.

Gunakan Cahaya Senja

Kata fotografi berasal dari bahasa Yunani yang artinya “melukis dengan cahaya” dan ini artinya kualitas cahaya adalah aspek terpenting dalam fotografi. Fotografer berpengalaman akan menunggu datangnya cahaya terbaik dan kamu juga harus melakukannya jika ingin mendapatkan foto yang bagus.

Cahaya di tengah hari yang cerah terlalu tajam. Hindari penggunaannya.

Untuk kebanyakan objek, cahaya terbaik adalah saat matahari sedang rendah. Ini artinya jam pertama setelah matahari terbit atau jam terakhir sebelum tenggelam (golden hour). Semakin jauh dari khatulistiwa, semakin panjang cahaya ‘golden hour’ ini berlangsung. Karena kita ada di dataran tropis, kita harus bergerak lebih cepat karena matahari tenggelam dalam waktu singkat dan cahaya yang bagus ini tidak tersedia cukup lama.

Disinilah perencanaan akan membantu. Perhatikanlah saat kamu mengeksplorasi tempat liburanmu, dan pikirkan bagaimana tempat-tempat ini akan tampak dalam cahaya matahari yang keemasan. Lalu pastikan kamu ada di tempat paling fotogenic saat matahari tenggelam.

Jika kamu tidak punya banyak waktu, strategi yang bagus adalah begini: habiskan siang hari bersama teman atau keluarga, lalu pergilah di sore hari satu atau dua jam sebelum matahari terbenam untuk waktu memotret yang berkualitas.

Carilah Sudut Yang Berbeda Pada Landmark Setempat

Borobudur 5 years ago..

Borobudur – Nidya Primita

Kita pasti pernah melihat wisatawan berkerumun di depan satu tempat dan memotret landmark dari sudut yang sama di siang hari. Kamu juga bisa lakukan ini – kalau kamu mau foto yang membosankan yang tidak ada bedanya dari milik orang lain. Kalau kamu mau sesuatu yang lebih baik, kamu harus lebih cerdas, dan mulai gunakan mata kreatifmu.

Ada berapa banyak cara untuk memotret Candi Borobudur, misalnya. Sekilas, sepertinya tidak banyak. Carilah referensi di internet untuk melihat ada berapa banyak sisi yang bisa difoto. Membuat foto yang tampak baru dan berbeda dari sebuah bangunan yang sangat terkenal dan sudah sering sekali difoto adalah salah satu tantangan fotografi yang paling sulit. Mulailah dengan mendatangi tempat itu saat cahaya sedang bagus. Kalau kamu punya lensa tele atau wide angle, coba manfaatkan untuk menciptakan perspektif yang unik. Coba masukkan human interest. Bukan wisatawan, tapi penduduk setempat yang sedang melakukan kegiatan sehari-hari.

Carilah Detil

Perhatikan dengan baik. Carilah detil kecil yang bisa menangkap jiwa dari tempat yang kamu kunjungi. Mungkin kerajinan tangan setempat yang dijual di pasar. Mungkin makanan atau bangunan khas tempat itu. Tidak harus sesuatu yang luar biasa, bahkan bisa sangat personal atau tersembunyi.

Pergilah Dari Tempat Yang Ramai

Tempat-tempat terkenal mudah dicari. Semua orang bisa pergi kesana. Lakukanlah sesuatu yang berbeda. Jelajahilah tempat-tempat sekitar. Jangan hanya berkeliling di tempat wisata yang penuh orang. Carilah yang baru di luar sana, sesuatu yang tidak biasa dan tempat-tempat kecil. Cobalah temukan tempat dimana orang-orangnya tidak terbiasa melihat wisatawan. Bukan hanya kemampuan fotografimu yang akan meningkat tapi juga caramu mengenal dunia luar.

Gunakan Polarizing Filter

Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana para fotografer profesional memotret langit yang biru dan dalam? Atau bagaimana mereka bisa memotret air begitu jernih sampai kamu bisa melihat jauh sampai ke dasar? Atau mengapa warna-warna dalam foto mereka sangat kuat? Jawabannya ada pada sebuah kaca ajaib bernama polarizing filter. Ini adalah filter yang akan meningkatkan kualitas fotografimu lebih dari yang lain.

Polarizing filter bertugas menghilangkan pantulan cahaya. Cahaya yang muncul dari debu dan partikel lain yang menggantung di udara, dan pantulan ini membelokkan warna langit di hari cerah. Pasanglah polarizing filter di depan lensa dan pantulan ini akan hilang, menyisakan warna langit yang biru dan dalam.

Hal yang sama juga berlaku pada air. Sinar terpantul dari permukaannya dan menutupi apa yang ada di bawahnya. Gunakan polarizer untuk menghilangkan pantulan ini dan kamu bisa melihat tepat ke bawah air. Kalau kamu pernah melihat foto sebuah perahu tampak melayang di air yang sangat jernih, kamu sudah tahu bagaimana caranya.

Polarizing filter juga menaikkan saturasi warna dengan menghilangkan pantulan dari permukaan yang dicat atau permukaan non-metalik lainnya seperti daun dan bunga.

Ada beberapa peraturan yang harus diperhatikan saat menggunakan polarizing filter. Filter ini bekerja maksimal pada sudut 90 derajat dari matahari. Kamu juga harus memutarnya setelah terpasang untuk melihat di bagian mana efeknya tampak paling kuat.

Kekurangan polarizing filter adalah kamu akan kehilangan kira-kira dua stop cahaya. Jika tingkat cahaya rendah, maka mungkin akan menghasilkan foto yang goyang. Gunakan tripod atau permukaan datar lain untuk menghindari ini.

Memotretlah di Malam Hari

Pantai Losari

Pantai Losari – Andy Aw Masry

Belajarlah memotret saat malam. Foto-foto malam hari bisa jadi sangat indah. Yang terbaik adalah memotret saat masih ada sisa cahaya di langit (twilight hour). Lampu-lampu kota menyala, gerakan air jadi seperti kabut, kendaraan yang lewat meninggalkan jejak cahaya.

Kamu akan membutuhkan tripod untuk menahan kamera dan sebuah cable release untuk menembakkan shutter tanpa menyentuh kamera. JIka kamu belum pernah melakukan ini, cobalah di rumah sehingga kamu sudah menguasai teknik yang sempurna saat sampai di tempat tujuan.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus