Tutorial Photoshop : Membuat Foto HDR Untuk Pemula

Pada artikel yang lalu kita telah melihat beberapa contoh penggunaan teknik multiple exposure untuk memperbaiki foto, salah satunya adalah HDR (High Dynamic Range). Secara garis besar, sebuah foto HDR adalah gabungan dari beberapa foto dengan exposure berbeda untuk mendapatkan foto akhir dengan lebih banyak informasi cahaya sehingga menghasilkan gambar yang lebih bagus. Pada foto landscape biasanya akan didapatkan detil yang menakjubkan bila teknik ini diterapkan.

Artikel ini akan menguraikan langkah-langkah pembuatan foto HDR yang paling sederhana tapi dengan hasil yang memuaskan. Beberapa software bisa digunakan untuk membuat foto ini, yang paling populer dan mudah adalah Photomatix Pro dan bisa bekerja dengan file foto RAW. Tapi, pada tutorial ini saya menggunakan Photoshop dan file JPEG. Baiklah, mari kita mulai.

  • Untuk membuat satu foto HDR, dibutuhkan tiga sampai lima foto untuk digabung. Jadi, kita mulai dengan memotret.
  • Cari objek yang akan difoto.
  • Pasang kamera di tripod – atau letakkan di permukaan yang datar (ini penting karena kamera tidak boleh bergerak. Tiga sampai lima foto dengan objek persis sama, hanya exposure-nya yang berbeda).
  • Pasang cable shutter release atau wireless remote, atau cukup gunakan timer agar kamera tidak bergoyang saat pengambilan gambar.
  • Pindahkan ke mode Aperture Priority (A pada Nikon, Av pada Canon), atur frame, gunakan manual fokus.
  • Sekarang bagian pentingnya; atur EV (atau Exposure Composition, pada Nikon ada di kanan bawah LCD). Tiga foto masing-masing dengan perbedaan 2 EV. Detilnya: foto pertama gunakan EV -2.0, foto kedua -0.0, ketiga +2.0. Kamu akan mendapatkan satu foto underexposed, satu foto dengan metering pas, dan satu lagi overexposed.
  • Selesai.
  • Sekarang pindahkan foto ke computer.
  • Buka aplikasi Photoshop, lalu buka File>Automate>Merge to HDR seperti ini:

step1

  • Pilih tiga foto yang sudah kamu buat tadi, dan jangan pilih “Attempt to Automatically Align Source Images” kecuali kameramu bergerak saat memotret. Karena jika kotak ini dicentang biasanya akan menimbulkan gambar berbayang. Sekarang kamu akan diberi preview HDR hasil gabungan tiga foto tadi. Klik OK, kecuali kamu merasa perlu menggeser-geser histogram di sebelah kanan window.

step2

  • Foto HDR-mu sudah jadi, sebenarnya. Tapi, mungkin tidak akan tampak hebat di layar komputermu karena informasi 32bit pada gambar tidak bisa terbaca oleh monitor biasa, jadi kita akan melakukan downsampling untuk memperindah foto ini. Buka menu Image>Mode>16 Bits/Channel. Kemudian kamu akan diberi window HDR Conversion seperti ini:

step4

  • Pada menu ‘Method’, pilih ‘Local Adaptation’ dan fotomu akan berubah. Belum selesai. Sekarang, geser slider di bagian histogram hingga bagian horizontalnya ada di dekat titik awal munculnya shadow. Lihat perubahannya? Bagus kan? Sekarang kamu bebas menggerakkan curve untuk memperoleh hasil yang paling kamu suka. Kalau sudah, klik OK.
  • Ta-daaa! Jadilah sudah foto HDR pertamamu. Bagus, kan? Sekarang, kamu harus menyimpannya. Kalau kamu mau menggunakan mode 16bit, kamu harus menyimpannya sebagai file TIFF. Kalau kamu memilih JPEG, kamu harus turunkan ke 8bit dengan membuka menu Image>Mode>8 Bits/Channel.
  • Selesai.

Ini perbandingan foto yang saya buat:

final

Pada HDR tampak foto lebih terang, shallow DoF muncul jelas, dan detil fokus lebih keluar. Kamu tentu masih bisa melakukan edit lebih lanjut pada hasil akhir foto HDR-mu. Apakah itu member filter, sharpening, dan sebagainya sesuai selera.

Setelah uji coba ini berhasil, kamu mungkin ingin mencoba objek yang skalanya lebih besar. Landscape, mungkin, atau arsitektur yang kaya dengan detil. Gunakan juga deep DoF untuk hasil yang lebih efektif.

Selamat mencoba :)

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus