5 Peraturan Komposisi Dasar

Lima peraturan komposisi dasar berikut ini sangat umum digunakan dan mampu menambah kualitas dan keindahan visual pada sebuah foto dengan cara yang mudah. Dengan menerapkan panduan berikut ini ke dalam foto-fotomu maka tidak hanya elemen-elemen penting yang bisa kamu abadikan tapi juga desain artistiknya.

 

1.  Kesederhanaan

Dengan berkonsentrasi pada beberapa elemen dasar saat memotret, kamu bisa menarik perhatian orang yang melihat fotomu tepat ke titik yang kamu harapkan. Hindari latar belakang yang berantakan dengan mengganti sudut atau perspektif dan memperpendek jarak ke objek. Tempatkan komponen utama sedikit keluar dari bagian tengah frame untuk memberi efek visual. Tips untuk memotret foto minimalis bisa kamu baca disini.

Simplicity

by Morag

2.  Rule of Thirds

Saat kamu sudah belajar memotret beberapa lama, kamu akan menyadari bahwa setiap foto terdiri dari tiga bagian berbeda; foreground (bagian depan), middle-ground (tengah), dan background (latar belakang) yang seringkali muncul dalam foto-foto landscape. Dengan memperhatikan dan menggunakan peraturan ini dalam komposisi foto, seorang fotografer bisa menciptakan daya tarik visual dan bukan hanya sekedar foto. Bayangkan sebuah frame terbagi menjadi sembilan bidang yang sama, maka rule of thirds menempatkan objek di dua pertiga frame, bukan di tengah.

Rule of Thirds

by Raees Uzhunnan

 

3.  Keseimbangan

Selain menyeimbangkan komponen fisik dalam sebuah foto, aspek lain yang kadang terlewatkan adalah menyeimbangkan warna yang hadir dalam sebuah foto. Teori tentang warna adalah elemen yang penting dalam seni fotografi. Foto-foto yang menitikberatkan warna-warna primer di dalamnya, cenderung dramatis. Beberapa warna tertentu, seperti merah, jingga, dan kuning, biasanya harus digunakan secara seimbang dan terbatas hanya pada satu atau dua elemen di dalam foto karena cenderung menarik perhatian. Terlalu banyak warna dengan energi tinggi, terutama yang saling memberi kontras, bisa membuat foto tampak berlebihan dan tampak tegang; dengan menyeimbangkan warna-warna yang kuat dengan yang lebih netral bisa menghasilkan komposisi gambar yang lebih baik. Baca juga tips tentang padu padan warna disini.

Colourful

Rainbow Lorikeets – Ann Cameron

4.  Framing

Komposisi foto yang baik membutuhkan framing yang sempurna. Fotografi adalah seni menggabungkan beberapa hal sambil – pada saat bersamaan – menghilangkan hal lainnya; ini adalah tujuan utama framing. Dengan memilih elemen-elemen yang penting, seorang fotografer berarti sudah mengedit fotonya sebelum ia memotret; dan dengan meng-crop foto saat post-processing, framing berlanjut. Kamu tidak hanya bisa mengatur frame lewat lensa, kamu juga bisa memanfaatkan benda-benda di alam untuk melakukannya seperti menggunakan pohon, dedaunan, bingkai jendela, dan sebagainya.

Natural frame in Eğirdir Lake

Eğirdir Lake – Güneş ER

5.  Garis

Garis-garis alami yang hadir dalam komposisi sebuah foto, baik disengaja maupun tidak, bisa memberi kesan tentang kedalaman dan perspektif. Dengan memperhatikan garis-garis ini dan memanfaatkannya untuk menarik perhatian ke arah PoI, seorang fotografer bisa menciptakan penekanan dan drama dalam foto yang ia buat dan memunculkan sebuah pernyataan visual dalam tiap komposisinya. Garis diagonal cenderung menghasilkan jalur visual menuju PoI; sementara garis yang berulang seringkali dianggap sebagai latar belakang oleh mata dan membawa fokus ke objek di depan garis-garis itu.

Lines galore

Lines Galore – Erik Rautine

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus