Belajar External Flash (High Speed Sync) – Bagian 2

Pada artikel yang lalu, kita belajar tentang bagaimana menyesuaikan kecepatan shutter saat menggunakan external flash (atau Speedlite dan Speedlight) agar hasil foto yang didapat tidak terlalu terang atau overexposed. Yang menjadi masalah adalah beberapa kamera tidak menyediakan flash sync speed yang cukup cepat untuk bisa digunakan di luar ruangan dengan bukaan aperture besar, sehingga harus dimatikan.

Tapi, kemudian, didapatkan fakta bahwa sebenarnya ada kamera yang bisa menggunakan shutter speed tertingginya untuk digunakan bersama-sama dengan flash tanpa dibatasi sync speed maksimal. Pertanyaan yang lalu adalah:

  • Bisakah kombinasi kamera & flash yang kamu gunakan memotret pada high speed sync?
  • Bagaimana cara menyalakan fitur ini?

High Speed Sync pada Nikon

Nikon punya sebuah fitur yang disebut Auto FP yang memungkinkan flash untuk digunakan pada shutter speed berapapun. Disebut juga dengan high-speed sync flash, Auto FP akan membuat external flash menembak pada kecepatan yang sangat tinggi, hingga 1/40.000 detik.

Pada keadaan default, dSLR Nikon hanya akan mengijinkan kecepatan 1/200 hingga 1/250 untuk flash sync speed maksimal. Pada dSLR Nikon kelas atas, sebuah pilihan pada menu akan memungkinkanmu untuk menggunakan Auto FP, yang artinya kamu bisa menggunakan external flash pada kecepatan hingga 1/4000 atau 1/8000 detik.

sync3

Pada model semacam Nikon D90, kamu harus memilih ‘Bracketing/flash’ pada menu Custom Settings lalu menyalakan Auto FP. Pada model high-end, seperti D800, kamu harus memilih ‘Flash sync speed’ lalu ‘1/250 s (Auto FP)’. Fitur ini tidak tersedia pada D3100, D3200, atau D5100.

Auto FP tidak berfungsi untuk pop-up (built-in) flash atau flash dasar yang dipasang pada hotshoe semacam Speedlight SB-400. Tapi dengan kombinasi flash dan kamera yang benar, pilihan Auto FP bisa digunakan bersama-sama dengan bukaan aperture terbesar, bahkan di saat hari sangat terang.

High Speed Sync pada Canon

Fitur ini dinyalakan dari unit flash pada sistem Canon. Pada flash 580EX ada sebuah tombol di bagian belakang flash yang berputar diantara Standard, High-Speed Sync, dan Second Curtain Sync.

sync1

580EX

Pada 550EX ada dua tombol bersebelahan yang harus ditekan bersamaan.

550EX

550EX

Tidak ada yang harus di-set pada body Canon untuk menyalakan fitur ini. Pada viewfinder, sebuah huruf “H” kecil akan muncul di sebelah icon kilat (flash) jika fitur ini dinyalakan dan shutter speed melebihi sync speed maksimal. Jika kamu mematikan High Speed Sync pada unit flash, maka shutter speed tidak bisa diatur lebih tinggi daripada synch speed. Shutter speed akan berkedip untuk memberi peringatan jika diperkirakan hasil foto akan overexposed.

Kesimpulan

High Speed Sync pada Canon, Auto FP High Speed Sync pada Nikon, dan teknologi sejenisnya sekarang memungkinkan kamu untuk menggunakan external flash pada shutter speed berapapun tanpa batasan maksimal lagi. Tapi kombinasi flash dan kamera harus sama-sama mendukung fitur ini. Jika tidak, flash akan memaksa kamera untuk menggunakan shutter speed yang tidak lebih cepat dari sync speed maksimal yang ada, yang kemudian akan membuatmu menggunakan bukaan aperture yang kecil.

Untuk memotret action shots atau wildlife, portrait di luar ruangan dengan aperture lebar dan background yang blur, atau pemotretan menggunakan lensa panjang secara umum, high speed sync akan sangat membantu. Ini adalah fitur yang sangat bagus untuk para fotografer yang suka menggunakan flash. Perhatikan kompatibilitasnya saat kamu membeli, dan pastikan kamu tahu bagaimana cara mengaktifkannya.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus