Rekomendasi 2 Prime Lens Canon Untuk Pemula

Beberapa waktu lalu, Fotonela sudah pernah memberikan rekomendasi lensa fix atau prime lens untuk pengguna dSLR Nikon dengan sensor APS-C atau cropped sensor. Sekarang, ada rekomendasi dua lensa fix untuk kamu pengguna pemula dSLR Canon yang sedang berburu lensa baru.

50 milimeter

Lensa pertama yang kamu perlukan – setelah kit lens 18-55mm f/5.6-3.5 yang biasanya datang satu paket dengan dSLR – adalah yang harganya terjangkau, kecil, dan bisa mengambil foto dengan baik di situasi rendah cahaya. Pertimbangan-pertimbangan ini akan membawa kamu pada prime lens atau lensa dengan satu ukuran. Pernahkah kamu melihat sebuah foto yang bagian latar belakangnya sangat out of focus sehingga objek utamanya tampil sangat jelas? Ini disebut efek bokeh dan bisa didapat dengan membuka aperture lebar-lebar. Prime lens adalah cara termurah untuk mendapatkan efek ini. Kamu bisa memilih antara 50mm f/1.8 II atau 50mm f/1.4. Kedua lensa ini juga bisa dengan sangat baik digunakan memotret dengan cahaya rendah, yang artinya kamu bisa mendapatkan foto-foto yang bagus saat senja atau di dalam ruangan.

50mm1

lensa Canon 50mm f/1.4 II

Butterfly - EOS300D EF 50mm f/1.8 II

Butterfly –  © hell rider
diambil menggunakan lensa fix 50mm f/1.8 II

Ukuran aperture f/1.4 adalah yang lebih baik, tapi kalau kamu masih belajar dan belum begitu yakin apa yang diinginkan dari sebuah lensa, maka ukuran f/1.8 yang harganya lebih terjangkau sudah cukup untuk membantumu memotret. 50mm f/1.8 adalah lensa yang hebat untuk digunakan sebagai permulaan dan untuk bereksperimen. Mungkin awalnya agak sulit untuk menemukan fokus secara manual, tapi bisa dengan cepat dikuasai. Saat ini kamu bisa dapatkan lensa f/1.8 ini dalam kondisi baru seharga sekitar Rp.900.000,-

50mm2

lensa Canon 50mm f/1.4 USM

Portrait At The Dinner Table I

Portrait At The Dinner Table – © Michael Behrens
diambil menggunakan lensa Canon 50mm f/1.4 USM dengan ISO 3200

Tapi, kalau kamu punya anggaran lebih, f/1.4 adalah pilihan yang lebih baik. Lensa Canon 50mm f/1.4 adalah lensa portrait ideal untuk cropped sensor dan adalah peningkatan dari model f/1.8. Dengan harga yang lebih tinggi, kamu bisa mendapatkan aperture yang lebih lebar, dimana pada f/1.4 kamu bisa mendapatkan 16 kali lebih banyak cahaya dibandingkan lensa kit EF-S 18-55mm pada ujung telephotonya. Kamu juga akan mendapat 2/3 stop lebih cepat dibanding EF 50 /1.8, yang artinya fokus lebih cepat, manual fokus full time, perawakan yang lebih mantap, mount lens dari metal, dan optik yang lebih baik. Harga pasarannya saat ini sekitar Rp.3.740.000,-

40 milimeter

40mmstm

Lensa Canon EF 40mm f/2.8 mungkin tampak seperti lensa yang tidak lazim – setelah kita bicara tentang 50mm yang punya aperture maksimal f/1.8, kenapa harus memilih lensa yang lebih lambat? Keistimewannya adalah bahwa lensa 40mm (yang sering juga disebut pancake ini) sangat mungil. Tebalnya kurang dari satu inchi, dan beratnya kurang dari 5 ons. Lensa ini sangat kecil dan bisa dengan sangat mudah dipasang di kamera dan dibawa-bawa tanpa merasa keberatan. Lensa ini juga jauh dari kemungkinan terbentur. Kamu bisa memasukkannya ke kantong saat tidak digunakan. Sangat praktis meskipun bukan pilihan yang umum untuk prime lens pertama.

Meskipun aperture-nya tidak selebar yang mungkin disukai banyak fotografer, tapi sudah cukup untuk berbagai keperluan. Foto yang dihasilkannya pun sangat tajam. Untuk mereka pengguna Canon 650D, prime lens 40mm f/2.8 ini sangat sepadan karena model lensa ini memiliki STM (stepper motor) dan bisa mengambil semua kelebihan dari sistem AF hybrid yang baru.

Tapi tentunya lensa ini juga punya kekurangan. Sistem fokusnya tidak berfungsi sempurna kecuali dipasangkan dengan Canon 650D, dan akan kehilangan ketajaman pada bukaan aperture kecil yang melampaui f/9. Tapi kekurangan ini bisa diperbaiki lewat firmware update melalui situs resmi Canon. Harga barunya saat ini sekitar Rp.1.795.000,-

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus