Firman Musa’ad Dan Sketsa Cahaya

Setelah kita melihat sekilas tentang apa itu teknik Light Painting atau Light Graffiti pada artikel yang lalu, Fotonela berkesempatan mengobrol dengan salah satu fotografer yang piawai melakukan teknik ini. Firman Musa’ad akan membagikan tips, trik, dan tutorial khas-nya untuk kamu.

1074037_588405231199286_1016096345_o

Bagaimana pengaturan kamera untuk membuat foto dengan teknik Light Painting?

Pengaturan yang biasa saya gunakan untuk membuat Light Graffiti antara lain:

  • Shutter speed yang paling lambat (BULB) agar waktunya bisa disesuaikan lama membuat pola/gambar yang diinginkan
  • ISO antara 100-200, untuk mencegah munculnya noise
  • Aperture antara f/13 – f/19, tergantung banyak atau sedikit cahaya pada lokasi yang digunakan untuk membuat Graffiti

 

Apa saja peralatan yang dibutuhkan selain kamera?

Tripod sangat penting dalam Light Graffiti, mengingat waktu exposure yang panjang, sehingga goyangan kamera harus dihindari agar gambar tidak kehilangan focus atau blur.
Remote Shutter Release. Karena shutter speed menggunakan pengaturan BULB, maka remote berguna untuk mengatur waktu buka dan tutup-nya shutter sesuai keinginan. Tapi, kalau waktu yang dibutuhkan hanya antara 1-30 detik, remote bisa diganti dengan self timer. Ini juga berarti kamera tidak akan tersentuh dan camera shake bisa dihindari.
External Flash untuk membantu mencari fokus (bisa diganti senter besar).
Lampu LED untuk membuat gambar/pola.

Jenis lampu seperti apa yang biasa digunakan untuk membuat graffiti?

Selain lampu LED, hampir semua benda yang mengeluarkan cahaya bisa digunakan untuk menggambar. Seperti kembang api, obor elektrik, external flash, dan apa saja tergantung kreatifitas painter-nya.

Menurut pengalaman kamu, berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum seseorang bisa mahir membuat Light Graffiti?

Wah, kebetulan saya baru mendalami bidang ini kurang dari setahun. Menurut saya, untuk mahir membuat graffiti dari cahaya, seseorang harus pandai berimajinasi dan banyak berlatih membuat gambar.

Bagaimana trik untuk mendapatkan fokus yang tajam pada objek graffiti?

Membuat light painting tentunya membutuhkan lingkungan yang gelap atau rendah cahaya. Untuk menentukan fokus agar gambar bisa tampak jelas, saya biasanya menyalakan external flash atau senter LED pada objek yang akan dihiasi graffiti atau pada titik dimana gambar kira-kira akan dibuat. Kemudian saya menggunakan auto fokus pada kamera pada objek/titik tadi. Setelah fokus didapat, fokus dipindah ke manual agar tidak berubah lagi dan flash bisa dimatikan. Setelah fokus didapat, jarak objek dengan kamera tidak boleh bergeser atau berubah.

Bagaimana cara membuat graffiti agar hasilnya rapi dan proporsional?

Setelah membuat konsep yang kreatif dan imajinatif, banyak dibutuhkan latihan. Ini adalah kunci untuk mendapatkan gambar yang bagus. Bisa diawali dengan menggunakan objek (sayap pada orang, asap cahaya dari cangkir, dsb.) kemudian setelah terbiasa bisa murni membuat graffiti tanpa bantuan objek.

Tutorial a la Firman

#1

999500_578637638842712_393834578_n

Untuk membuat foto diatas, pengaturan kameranya adalah: aperture f/13, shutter speed BULB (35 detik), ISO 100.

Alat yang digunakan: tripod, senter LED ungu dan putih (saya memakai senter dari korek api gas), shutter release, flash eksternal (bisa diganti senter besar untuk mendapatkan fokus).

Caranya:

  • Atur mode shutter kamera ke mode shutter release setelah kamera dipasang di tripod.
  • Atur fokus ke objek (dalam foto diatas adalah botol) dengan cara menyinarinya menggunakan external flash lalu kunci dengan auto fokus.
  • Setelah fokus didapat, matikan flash, pindahkan fokus ke manual.
  • Tekan tombol shutter release agar kamera mulai merekam cahaya, lalu mulailah menggambar (sayap kupu-kupu di belakang botol, antena, dan 2 huruf di sampingnya)
  • Setelah semua gambar selesai, terangi bagian depan objek dengan senter putih agar tampak jelas.
  • Tekan tombol shutter release untuk menutup shutter dan mengakhiri rekaman.

#2

919300_547134328659710_203497098_o

Untuk foto diatas, pengaturan kameranya adalah: aperture f/13, shutter speed BULB (58 detik), ISO 200.

Alat yang digunakan: tripod, 1 lampu laser merah, 1 senter LED ungu (diikat ke ujung tali sepatu hitam), 2 LED putih , shutter release, flash external untuk menerangi objek dan membantu mendapat fokus.

Caranya:

  • Atur mode shutter kamera ke mode shutter release setelah kamera dipasang di tripod.
  • Atur fokus ke objek (dalam foto diatas adalah seorang model yang posenya telah diatur) dengan cara menyinarinya menggunakan external flash lalu kunci dengan auto fokus.
  • Setelah fokus didapat, matikan flash, pindahkan fokus ke manual.
  • Tekan tombol shutter release agar kamera mulai merekam.
  • Lampu LED ungu yang terikat di tali sepatu dinyalakan, lalu diputar searah dan berlawanan arah jarum jam beberapa kali dengan diameter lingkaran yang berbeda-beda untuk mendapatkan pola yang diinginkan.
  • Kemudian saya mulai menggambar api di atas telapak tangan dengan laser merah.
  • Setelah semua gambar dan pola selesai dibuat, saya menyalakan flash external tepat di atas kamera dan mengarah pada model sekitar 0,2 detik saja untuk membuatnya jelas dan tidak blur pada hasil akhir gambar (karena manusia cenderung bergerak pada rentang waktu yang lama)
  • Saya berhenti merekam dengan menekan tombol shutter release sekali lagi.

Untuk melihat galeri foto hasil karya Firman, kamu bisa kunjungi profile Facebooknya. Selamat mencoba :)

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus