4 Penyebab Foto Buram & Bagaimana Mengatasinya (Bagian 2)

Setelah kita membahas dua penyebab foto buram pada artikel yang lalu, yaitu fokus yang meleset dan objek bergerak ketika shutter sedang terbuka, sekarang kita akan lihat dua penyebab foto buram berikutnya juga bagaimana cara mengatasinya.

3. Kamera Bergerak Ketika Shutter Sedang Terbuka

Ini adalah masalah yang sangat umum dan akan menyebabkan seluruh bagian foto buram karena gerakan.

Jika fotomu diambil di malam hari, atau di dalam ruangan dan seluruh bagian fotonya buram, maka itu artinya kamera bergerak ketika shutter sedang terbuka.

Seperti penyebab sebelumnya, shutter akan terbuka lebih lama jika tidak ada cukup cahaya di tempat pemotretan. Saat shutter sedang terbuka, gerakan sekecil apapun dari kamera bisa menyebabkan keseluruhan foto buram. Bahkan gerakan semacam melepaskan jari dari tombol shutter atau bernafas.

blur3

Misalnya, pada contoh foto di atas, semangkuk mi kocok yang tampak tidak fokus. Karena efek buramnya satu jenis (uniform), maka bisa dipastikan kamera yang bergerak ketika shutter sedang terbuka, bukan mangkuk mi-nya.

Ada dua cara untuk mengatasi masalah kamera bergerak ini. Pertama, menaikkan kecepatan shutter speed seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Kedua, memegang kamera dengan lebih stabil selama shutter terbuka.

Bagaimana menstabilkan kamera jika kamu tidak menggunakan tripod atau remote shutter release?

  • Dekatkan kamera ke tubuh/wajahmu.
  • Pegang dengan kedua tangan.
  • Rapatkan kedua siku ke sisi tubuhmu.
  • Tahan nafas.
  • Cari penopang siku yang bisa membantumu untuk lebih stabil.

4. Depth Of Field Yang Terlalu Sempit

Depth of field adalah nama untuk efek kamera dimana objek terfokus tapi backgroundnya tidak. Ini akan membuat objek menonjol kerena menjadi satu-satunya hal yang bisa dilihat dengan jelas.

Dengan menggunakan preset Aperture Priority (A pada Nikon, Av pada Canon) atau Macro pada kamera point-and-shoot, kamu bisa mengatur seberapa banyak bagian dari foto yang ingin difokuskan dan berapa yang ingin out of focus. Misalnya, untuk foto landscape, kamu akan menggunakan angka aperture besar untuk mendapatkan foto yang seluruhnya tajam.

luvbdg2

Jika depth of field terlalu dangkal, dimana angka aperturenya kecil, tidak seluruh bagian objek akan terfokus. Misalnya pada foto diatas, tampak butir-butir nasi keluar dari fokus dan bagian yang tajam malahan lauk pendampingnya, padahal saya ingin bagian pepes nasinya yang kelihatan tajam. Ini karena bukaan aperture yang sangat lebar sehingga sedikit saja perbedaan jarak bisa membuat objek jadi tidak fokus.

Pada beberapa kasus, foto dengan DoF dangkal memang diinginkan. Pertama, untuk membuat point of interest menonjol. Kedua, untuk mendapatkan background yang lembut dan bokeh. Tapi, kadang, jika pengaturannya salah maka kita akan mendapatkan foto yang tidak sesuai. Jika DoF sangat dangkal, akan sulit untuk mendapatkan fokus yang diinginkan karena kamera akan mengambil titiknya secara acak.

Untuk mengatasi ini, jika kamu menggunakan dSLR dengan Aperture Priority, pindahkan pengaturan fokus ke manual dan atur ring fokus sambil membidik melalui viewfinder hingga kamu mendapatkan titik fokus yang diinginkan. Jika kamu menggunakan preset Macro pada kamera saku/point-and-shoot, kamu bisa coba trik seperti pada masalah ‘fokus yang meleset’ dengan mengunci fokus pada titik yang diinginkan lalu mengkomposisi ulang sebelum menekan tombol shutter sepenuhnya.

Demikian empat masalah yang menyebabkan foto menjadi buram karena masalah fokus. Kabar baiknya, semua penyebab ini punya solusi. Jadi, tidak ada yang perlu dikuatirkan :)

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus