Bagaimana Cara Memulai Street Photography?

street1

Street photography bukanlah genre yang umum. Tidak semua orang mau (dan berani) mendalami jenis fotografi yang satu ini. Tapi, untuk mereka yang mencintainya, foto-foto dari jalanan bisa bernilai sangat tinggi karena kebanyakan momen yang tertangkap hanya terjadi satu kali dan unik. Eric Kim, seorang street photographer internasional, mengatakan bahwa genre fotografi ini membutuhkan 80% keberanian dan 20% keahlian. Untuk mereka yang pemalu dan mudah panik, ini tentu menjadi tantangan besar. Akan ada saatnya seorang street photographer dimarahi, diteriaki, diusir, diminta menghapus foto yang mereka ambil, dan seterusnya. Tapi bayangkan pengalaman dan hasil yang didapat dari hal ini – pasti luar biasa.

Jadi, apa yang dibutuhkan untuk mulai melakukan street photography?
Simak beberapa tips berikut:

YANG PERLU DILAKUKAN

  • Bawalah peralatan seminimal mungkin. Sebuah kamera dan lensa sudah cukup. Tidak perlu tripod, speedlight, light meter dan sebagainya. Kamu butuh bergerak leluasa dan tidak tampil mencolok. Kebanyakan street photographer memilih lensa fixed 35mm untuk “senjata” mereka di jalanan
  • Berpakaian yang sesuai. Menjadi seorang street photographer berarti membaur dengan keramaian. Kalau kamu keluar rumah dengan baju yang mencolok, jangan harap orang tidak akan memperhatikan kamu saat memotret. Nantinya malah kamu yang jadi objek, bukan fotografernya.
  • Matikan flash dan atur setting kamera sebelum keluar rumah. Tidak ada yang lebih menarik perhatian daripada flash yang menyilaukan, bahkan di siang hari.
  • Gunakan mode aperture dan center focus. Ini akan memudahkanmu mendapatkan foto dengan cepat. Ingatlah bahwa hal-hal yang terjadi di jalanan bisa sangat tidak terduga dan berlalu dengan cepat.
  • Bersabarlah. Cari lokasi yang ramai dan menarik secara natural. Tunggulah hingga kamu bisa mendapatkan foto yang “benar”. Kamu tentu tidak mau kehilangan kejadian menarik yang sebenarnya karena membuang-buang waktu memotret hal yang biasa-biasa saja.

JANGAN LAKUKAN

  • Jangan gunakan kamera yang berisik atau yang efek suaranya tidak bisa dimatikan. Kamu sebaiknya tidak menarik perhatian saat memotret.
  • Jangan tampil seperti fotografer. Idealnya, kamu akan tampil seperti pejalan kaki pada umumnya. Kembali pada poin dua pada bagian ‘YANG PERLU DILAKUKAN’ di atas.
  • Jangan mengikuti orang atau bertingkah seperti orang aneh. Meskipun kamu lihai dalam hal ini, tapi tidak ada orang yang suka diikuti. Kalau kamu ketahuan membuntuti orang, kamu bisa kena masalah.
  • Jangan terlalu mendekat pada orang lalu memotret tepat di depan wajahnya. Bukan hanya orang tersebut akan tersinggung, tapi juga fotomu akan kehilangan kesan candid yang diperlukannya. Pada beberapa moment, tidak apa kalau objek fotomu sadar dia sedang difoto, tapi ini bukan berarti kamu bertingkah semacam paparazzi dan membuat mereka merasa tidak nyaman.

Tips diatas sebenarnya hanyalah poin-poin yang logis bagi kebanyakan fotografer. Tentu saja, ini hanya dasar dari street photography. Sebagai tambahan tentang bagaimana harus berlaku dan peralatan apa yang harus dibawa, seorang street photographer juga harus punya mata yang bisa dengan cepat mengenali kapan dan apa yang harus difoto. Kunci untuk mendapatkan foto-foto jalanan yang bagus adalah kecepatan dan sesedikit mungkin campur tangan. Kemampuan untuk ‘tidak terlihat’ dan keahlian memotret tanpa membidik lewat viewfinder adalah dua hal yang membuat seseorang menjadi street photographer yang handal.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus