7 Tips Memotret Kembang Api

firework2

Memotret kembang api bisa jadi kegiatan yang menantang tapi bukan sesuatu yang terlalu sulit. Berikut ada beberapa tips yang bisa kamu coba praktekkan untuk mengabadikan objek malam hari ini dan mungkin bisa menginspirasi kamu untuk menciptakan perspektifmu sendiri.

  1. Matikan flash dan atur kamera ke manual mode. Ini memungkinkanmu untuk mengontrol exposure dan aperture sendiri. Titik yang bagus untuk memulai adalah di ISO 100, f/11, dan shutter speed 1/2 detik. Jika ternyata foto tampak terlalu redup, variasikan shutter speed tapi jaga angka aperturenya tetap sama.
  2. Kalau kamu akan memotret pertunjukan kembang api di sebuah event, datanglah lebih awal untuk mendapatkan tempat yang nyaman dengan sudut pandang yang menguntungkan. Sebelum pertunjukan dimulai, pikirkan tentang elemen di depan dan latar belakang dan bagaimana kamu ingin menyatukan keduanya. Atur fokus secara menual sebelum langit mulai gelap. Fokuslah pada satu baguan di langit yang kira-kira akan diisi oleh ledakan kembang api, atau pada sebuah objek yang jaraknya sama dengan kembang api. Begitu pertunjukan dimulai, kamu sudah siap memotret.
  3. Long exposure diperlukan untuk memotret kembang api, dan ini artinya shutter speed harus lambat. Jaga kestabilan kameramu dengan menggunakan sebuat tripod dan shutter release. Saat memotret pemandangan yang tidak hanya terdiri dari langit tapi juga elemen lain semacam cityscape, jagalah garis horizon tetap lurus. Pastikan kameramu mendatar sempurna di atas tripod.
  4. Cobalah membuat foto yang bervariasi. Focal length yang kamu butuhkan tergantung pada jarak dari pusat kembang api ke ujung ledakan. Jika kamu ingin foto yang padat dan menunjukkan detil dari kembang api, kamu perlu menggunakan lensa zoom yang ukurannya sekitar 200mm. Ingatlah bahwa mengubah focal length akan membutuhkan pengaturan ulang fokus pada kebanyakan lensa zoom. Periksalah hal ini sebelum pertunjukan dimulai dan ketika langit masih terang.
  5. Cara yang bagus untuk memotret kembang api di puncak ledakannya adalah dengan menggunakan bulb mode. Ini akan memungkinkanmu untuk membuat exposure berdasarkan kondisi yang berubah, bukan timer. Kamu akan membutuhkan shutter release untuk mencegah goyangnya kamera. Tekanlah tombol shutter saat kembang api meluncur dan tetap tekan hingga ledakan menghilang dari langit. Biasanya beberapa detik.
  6. Pilihlah tempat yang tidak terkena asap dari kembang api. Ini akan memberimu kondisi memotret yang lebih nyaman, dan dari titik yang tepat kualitas asap bisa memberi efek yang menarik untuk fotomu.
  7. Ceritakanlah keseluruhan isi pertunjukan dengan memotret hal lain yang ada di sekitarmu. Kalau manusia adalah objek yang penting, maka ekspos bagian wajahnya dan bukan sumber cahaya agar tidak terjadi pembacaan light meter yang salah pada kamera.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus