Tips Memotret Hewan Dan Serangga

Tadi siang seorang teman bertanya tentang bagaimana cara memotret binatang/serangga dengan pose dan pada momen terbaik. Memotret binatang adalah latihan yang menantang karena objek fotonya benar-benar ada di luar kontrol kita dan sangat dinamis. Dibutuhkan kesabaran dan banyak percobaan. Tapi saat kita berhasil mendapatkan gambar terbaik dari binatang/serangga yang kita foto, kepuasannya luar biasa. Kebun binatang, hewan peliharaan, bahkan taman umum bisa membantu kamu untuk berlatih. Berikut ada beberapa tips untuk memotret binatang dan serangga:

Gunakan Fokus Manual

Beberapa binatang bergerak lambat, beberapa suka diam di satu titik, dan beberapa bergerak sangat cepat. Untuk mengantisipasi gerakan, autofokus tidak begitu bisa diandalkan. Jadi pindahkan ke pengaturan lensa manual dan gerakkan ring fokus untuk mendapatkan gambar tertajam kemanapun si binatang bergerak.

Burung Kakatua yang saya foto di Batu Secret Zoo. Tepat ketika dia sedang meregangkan sayapnya.

Burung Kakatua yang saya foto di Batu Secret Zoo. Tepat ketika dia sedang meregangkan sayapnya.

Lensa Panjang Lebih Baik

Idealnya, lensa panjang akan memberi kamu jarak yang nyaman dari binatang/serangga yang akan kamu foto dan mencegah si objek lari atau merasa terganggu. Ukuran lensa untuk keperluan ini biasanya 75-300mm zoom atau, yang lebih panjang lagi, 500mm atau lensa telephoto yang biasa disebut “termos putih”. Tapi, lensa 18-55mm pun oke untuk memotret binatang selama kita bisa memanfaatkannya. Terutama kalau objeknya binatang peliharaan yang cenderung jinak dan tidak terganggu keberadaan kita di dekatnya.

Perhatikan Shutter Speed

Binatang bergerak dan bereaksi dengan cara yang seringkali tidak terduga. Beberapa foto fauna yang menakjubkan biasanya menunjukkan pose yang tidak biasa kita lihat. Pertama, tentu harus sabar untuk bisa menangkap momen ini. Kedua, kita harus cepat. Burung bisa terbang dalam sekejap, kijang tidak butuh waktu lama untuk melompat, apalagi serangga yang sangat sensitif pada gerakan. Untuk itu, rule of thumb bisa diterapkan, yaitu; kecepatan shutter harus sebanding dengan panjang lensa. Contohnya, kalau kamu memotret dengan lensa 300mm, maka shutter speed harus lebih cepat dari 1/300 detik untuk mendapatkan foto yang tajam. Tentunya aka nada trial and error saat kamu mencoba mencari kombinasi ISO-aperture-shutter speed, tapi banyak percobaan akan membuat kamu semakin baik dalam memotret fauna.

Pahami Binatang/Serangga Yang Akan Kamu Potret

Kalau kamu punya peliharaan, akan jauh lebih mudah memotret mereka daripada memotret binatang liar di kebun binatang. Kenapa? Karena kamu sudah mengenal mereka. Kebiasaan-kebiasaan dan hal-hal unik yang suka mereka lakukan. Jangan ambil poses membosankan seperti saat peliharaanmu melihat tepat ke arah kamera. Potretlah diam-diam. Kamu pasti tahu sekarang ada banyak sekali foto kucing di internet? Melihat-lihat foto-foto itu bisa membantumu mendapat inspirasi :)

Kupu-kupu yang saya potret di halaman beakang rumah dengan lensa 34mm.

Kupu-kupu yang saya potret di halaman beakang rumah dengan lensa 34mm.

Macro

Ini pengaturan yang sangat umum untuk memotret serangga karena ukurannya yang sangat kecil tapi kita ingin menangkap sebanyak mungkin detil dan membawa mereka ke ukuran yang lebih besar saat ada dalam foto. Lensa 90mm biasanya dipakai untuk ini. Tapi tidak usah kecil hati kalau kamu belum punya. Kamu bisa coba teknik reversed lens yang kita bicarakan pada post yang lalu, namun kit lens pun bisa melakukannya (tentu dengan catatan kamu tidak bisa menangkap detil mata lebah, misalnya. Atau bulu-bulu di belalai kupu-kupu) tapi dengan sudut, aperture, dan cahaya yang tepat, kamu bisa membuat foto serangga yang bagus. Trik lainnya: crop fotomu di editor untuk mendapat kesan bahwa si serangga “mengisi” hampir seluruh frame.

Tidak sulit kan? Jadi teruslah berlatih dan nikmati setiap jepretan yang kamu buat.

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus