Mengenal RGB & Rahasia Warna Instagram

Pada artikel yang lalu kita membicarakan tentang Curve Tool yang bergerak dengan menambahkan hitam, putih, atau abu-abu untuk memperbaiki penampilan sebuah foto melalui brightness, kontras, shadow, dan highlight. Sekarang kita akan memperlebar pemahaman tentang tampilan warna pada sebuah foto dengan mengenal tiga channel yang sangat umum: Merah (Red), Hijau (Green), Biru (Blue) atau RGB.

Apa yang istimewa dari tiga warna ini? Yang pasti adalah karena RGB adalah warna-warna primer. Apa artinya? Artinya, semua warna yang bisa kita lihat adalah kombinasi dari merah, hijau, dan biru. Bagaimana dengan kuning? Campurkan merah dan hijau. Kalau ungu? Campurkan merah dan biru. Bagaimana dengan jingga? Itu adalah 100% merah dan 50% hijau. Intinya, semua warna mengandung RGB.

Saat kamu mencampurkan tiga warna ini dengan saturation penuh, kamu akan mendapatkan putih. Kalau kamu menghilangkan ketiganya, maka terjadilah hitam pekat. Kalau kamu mencampur semua dengan presentasi yang sama, kamu akan mendapat abu-abu.

Dari pemahaman dasar ini, kamu bisa membuat “campuran” sendiri untuk menghasilkan warna yang diinginkan dalam foto. Bahkan, efek warna yang bisa kamu lihat di Instagram atau aplikasi-aplikasi editor foto instan lainnya intinya adalah bermain dengan tiga channel warna ini untuk mendapatkan efek retro, vintage, klasik, dan sebagainya. Lalu bagaimana melakukan ini? Sama seperti pada kurva hitam ke putih, kamu bisa memisahkan masing-masing channel warna ini pada Curve Tool, lalu menggerakkannya ke atas, bawah, samping, naik, turun untuk menngurangi atau menambah intensitas masing-masing channel warna dalam foto. Kita akan lihat melalui contoh di bawah¬† untuk pemahaman yang lebih mudah:

Ini foto original yang belum di-edit:

cup of tea

Sekarang, kita akan menggerakkan garis merah dan biru untuk mendapatkan foto dengan tonal yang lebih ‘dingin’ atau ‘hangat’.
Untuk foto dengan tonal yang dingin (cenderung biru), kamu harus menaikkan biru dan mengurangi merah, seperti ini:

RGB1

Untuk tonal yang lebih hangat (cenderung merah, kuning), kamu akan melakukan hal kebalikannya; menaikkan merah dan menurunkan biru:

RGB2

Kemudian, kalau kamu suka beberapa efek kamera analog yang biasanya ada di aplikasi editor foto instan, kamu pasti akrab dengan efek ‘Cross Processing’ yang membuat foto tampak kehijauan dan memberi kesan fotonya keluar dari kamera plastik. Ini juga tidak sulit dibuat melalui Curve Tool. Gerakkan masing-masing garis warna dan RGB sehingga membentuk pola seperti ini:

RGB3

Lalu, kalau kamu suka foto klasik, kamu bisa coba memberi sentuhan ‘vintage’ pada foto untuk kesan jaman dulu. Gerakkan garis biru dan merah pada Curve Tool sehingga membentuk seperti ini:

RGB4

Karena Curve Tool dan channel-channel warna di dalamnya sangat fleksibel dan tidak ada aturan bagaimana kamu harus menggerakkannya, maka kamu bebas bereksperimen dan menggoyangkan masing-masing garis sampai mendapatkan tampilan foto yang diinginkan. Kamu bisa melakukan hal ekstrim seperti ini,dimana garis birunya horizontal sempurna:

RGB5

Nah, sekarang kamu sudah tahu rahasia tampilan warna yang cantik-cantik dari aplikasi foto instan dan mungkin beberapa foto yang pernah kamu lihat. Semuanya berasal dari kotak kecil bernama Curve Tool dan empat garis di dalamnya. Dengan memahami dan menguasai tool ini, maka kemungkinan untuk ‘mewarnai’ fotomu jadi tidak terbatas. Selamat mencoba :)

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus