Built-In Flash Dan Penggunaannya

fotonela13Pada post tentang memanfaatkan cahaya matahari, saya menyebutkan bahwa flash bawaan kamera (built-in flash) bukan sumber cahaya favorit saya karena seringkali ia malah membuat foto terlihat jelek akibat sinarnya yang terlalu keras dan bayangan tajam yang dihasilkannya. Tapi, bukan berarti saya tidak pernah menggunakannya. Ada saat ketika saya membutuhkan built-in flash untuk pasangan fast shutter speed di ruangan temaram karena tidak punya pilihan lain. Sebenarnya flash bawaan ini tidak selalu buruk. Pada waktu-waktu yang tepat, dia akan membantu (kalau tanpa guna, buat apa dipasang di kamera? Tapi kenyataannya, kamera dSLR high-end sudah meniadakan fitur built-in flash ini karena memang jarang digunakan – dan dengan asumsi pemakai dSLR high-end mampu membeli external flash dan strobist.) Lalu kapan built-in flash sebaiknya digunakan dan kapan tidak?

Sebaiknya Tidak Digunakan Untuk Memotret:

  • Acara di area yang sangat luas. Built-in flash hanya mampu mencapai jarak 5 meter, paling jauh. Jadi kalau kamu sedang menonton konser atau pertandingan olahraga (yang biasanya hanya mengijinkan kamera point-and-shoot ) kamu tidak akan bisa memanfaatkan flash untuk memotret penyanyi atau atlet idola kamu. Jadi, matikan saja. Biarkan lampu panggung atau stadion yang bekerja.
  • Melewati kaca. Pernahkah kamu pergi ke kebun binatang atau ke Sea World dan memotret binatang di balik akuarium tapi yang muncul malah pantulan cahaya putih karena kamu menyalakan flash? Ya. Sangat mengganggu. Untuk keadaan seperti ini, long exposure akan lebih baik.
  • Dirimu sendiri di cermin. Alasannya sama seperti pada poin diatas.
  • Orang di ruang bercahaya rendah. Karena sinar putih dari flash akan membuat orang tersebut overexposed dan kehilangan detil di wajahnya, belum lagi kemungkinan pupil matanya jadi merah.
  • Bayi. Karena mata mereka yang sensitif rentan pada cahaya.

Namun, sebenarnya, kamera dSLR punya beberapa setting yang bisa meminimalisasi “bencana” yang dihasilkan flash. Jika flash pada posisi naik, kamu akan punya pilihan seperti ini:

fotonela12

Masing-masing pengaturan akan mencegah terjadinya poin 3 dan 4 diatas. Slow flash bisa melembutkan cahaya yang keluar dan akan lebih tersebar. Rear flash bisa digunakan untuk memotret gerakan di ruang bercahaya rendah tanpa membuatnya kaku. Selain itu, dSLR juga menyediakan flash compensation (gambar kanan) yang ada di kisaran -3.0 sampai +1.0. Semakin besar angkanya, semakin terang cahaya yang dihasilkan flash.

Flash Sebaiknya Digunakan Ketika:

  • Memotret di luar rumah saat matahari bersinar terang, dan objek yang difoto tersembunyi dalam bayangan. Idealnya, cahaya matahari juga bisa dimanfaatkan untuk menerangi objek, tapi ketika matahari pada posisi di atas atau di belakang objek, maka flash sebaiknya digunakan. Kecuali tujuannya memang membuat foto siluet.
  • Memotret di ruangan yang benar-benar gelap

Lalu, bagaimana kita bisa menghindari pemakaian flash yang tidak perlu? Long exposure! Stabilkan kameramu dengan tripod atau permukaan yang datar atau berlatih memantapkan tangan. Kalau harus memakai flash tapi tidak mau mendapat hasil yang buruk, kembali ke atas, gunakan pengaturan kamera untuk mengurangi ketajaman flash. Atau kamu bisa coba menggunakan diffuser atau penahan cahaya. Ini bisa kamu buat sendiri dengan menempelkan kertas tissue tipis, kertas filter kopi, atau isolasi matte di depan lampu flash.

Selamat mencoba!

Penulis : allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini :)

comments powered by Disqus